Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:25wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ungkap Kelompok Komunis Semakin Merajalela di NKRI, TZ: Buka Mata Kalian Lebar-Lebar, Hai Komunis Pemuja Seks Bebas!

Rabu, 17-Maret-2021 17:11

Tengku Zulkarnain
Foto : Twitter/Tengku Zulkarnain
Tengku Zulkarnain
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persoalan jilbab kembali mencuat. Tengku Zulkarnain membuat pernyataan dengan mengaitkan masalah itu dengan kelompok komunis yang berusaha mengadu domba dengan isu agama. 

“Untuk membantah kelompok Komunis yg semakin merajalela di NKRI yg mengatakan hijab muslimah hanya ada setelah tahun 1970an karena pengaruh Arab, berikut ini kami tampilkan foto wanita Melayu Sumatera Timur abad 19,” kata Zul, Rabu (16/3/21).

“Buka mata kalian lebar lebar hai Komunis, pemuja seks bebas...,” imbuhnya.

Sementara itu secara terpisah sebelumnya diberitakan, larangan penggunaan jilbab oleh manajemen perusahaan Diamond Supermarket, Sosial Market (Soma) yang berada di Jalan Veteran, berbuntut panjang.

Komisi IV DPRD Palembang turun ke lokasi bersama Disnaker Palembang, Selasa (16/3/2021), untuk memastikan kebenaran informasi dari masyarakat terkait larangan penggunaan jilbab saat jam kerja.

“Atas laporan masyarakat. Kami koordinasi dengan Disnaker Palembang, setelah kami turun ke lokasi. Ternyata benar, larangan penggunaan jilbab bagi karyawan saat jam kerja oleh manajemen Diamond Supermarket,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Sutami Ismail, Rabu (17/3/2021).

Pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PKB Palembang ini mendesak, agar manajemen perusahaan segera mencabut aturan tersebut.

“Setelah koordinasi dengan perwakilan manajemen. Kami mendesak agar manajemen segera mungkin mencabut aturan itu,” katanya.

Menurutnya, semua perusahaan yang berdiri di Metropolis tidak boleh melarang atau memaksakan karyawan menggunakan atribut agama apapun, termasuk agama Islam dengan penggunaan jilbab.

“Kita minta secepatnya mereka (manajemen Diamond) mencabut aturan itu. Kita meminta Disnaker Palembang melakukan pengawasan ini,” pungkasnya seperti dilansir Beritamusi.com.

Hadir dalam sidak itu, Sekretaris Komisi IV, Patra Wibowo, anggota, Adzanu Getar Nusantara, Yulfa Cindosari, Peby Anggi Pratama, Muliadi, Siti Suhaepah, anggota Komisi I, Idrus Rofik, Kepala Disnaker Palembang dan lainnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto