Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:38wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Yahya Waloni Dikunci saat Ingin Berdakwah, EK: Sebelum Duduk Kursinya Dilumuri Minyak Angin

Rabu, 21-April-2021 01:15

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cuitan bernada nyinyir dituliskan pegiat media sosial (medsos), Eko Kuntadi dalam akun Twitternya.

Saat itu Eko menanggapi pengakuan Ustadz Yahya Waloni dalam akun YouTube. Yahya Waloni mengatakan, dirinya sempat dikunci saat akan berdakwah di masjid.

Dengan nada bercanda Eko menambahkan, sebelum duduk kursinya Ustadz Yahya Waloni dipupuri (dilumuri) minyak angin yang banyak.

"Hahahahahaha... Sebelum duduk, kursinya Waloni dipupurin minyak angin yang banyak," kata Eko dalam akun Twitternya. 

Sebelumnya pendakwah, Ustadz Yahya Waloni mengaku dikuncikan pintu oleh pengurus masjid saat hendak masuk ke dalam sebuah masjid untuk melaksanakan dakwah.

Hal itu diungkapkan Ustadz Yahya Waloni lewat video ceramah terbarunya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, seperti dilihat pada Senin 19 April 2021.

Dalam video berjudul ‘Pantas Saja HRS Diadili, Ternyata Ini Agenda Rezim’ tersebut, awalnya Yahya Waloni mengatakan bahwa dirinya sudah sedari tadi berada di masjid tempatnya ceramah tersebut.

Ia pun mengaku heran, mengapa pengurus masjid tersebut tak memberinya kopi sejak dia datang.

“Saya sudah datang dari tadi di masjid ini, kopi yang tidak ada. Ini baru ada,” ujar Ustaz Yahya.

Saat ia mendatangi masjid itu, kata Yahya, dirinya mendengar dari belakang masjid ada seorang ustaz yang juga ceramah sebelum dirinya.

“Ibu bapak tahu saya sudah datang dari tadi, ada ustaz ceramah saya dengar. Saya dengar dari belakang itu (belakang masjid) ada ustaz ceramah. Jangan bohong-bohong sama saya,” tuturnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati