Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:21wib
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen di Papua. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan bakal mengguyur sejumlah wilayah pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5).
Wisata Sejarah, Mengenang Kejayaan Batubara Ombilin

Jumat, 23-April-2021 13:20

Wisata batubara menyaksikan kejayaan Ombilin
Foto : Kebudayaan Minang
Wisata batubara menyaksikan kejayaan Ombilin
5

SAWAHLUNTON, NETRALNEWS.COM - Berwisata ke Tanah Sumatera Barat tentu memerlukan waktu yang tidak singkat lantaran banyak objek yang bisa dikunjungi.

Salah satu wisata yang penuh dengan sejarah dan hingga kini masih terus mendapat perhatian adalah wisata berkeliling Sawalunto dan melihat kereta bersejarah  Mak Item. Anda bisa melihat bagaimana masa kejayaan kawasan ini memproduksi batubara di Ombiln.

Mak Itam terakhir kali digunakan sebagai penarik kereta wisata sebagai bagian dari gelaran Tour de Singkarak 2011 dan 2012.

Sosoknya mematung terkungkung di sebuah ruangan terbuka berpintu jeruji besi. Dinding berbentuk kawat baja anyaman ikut mengelilingi ruangan seluas tak lebih dari 200 meter persegi.

Sinar matahari yang leluasa menembus sisi-sisi dinding kawat anyaman membuat tubuh hitam legamnya semakin mengkilat. Namun Mak Itam tetap saja membisu, seolah tak peduli dengan teriknya mentari.Ada sedikit rona merah terdapat di bagian depannya dan terdapat plang besi dengan tulisan "E1060" pada bagian jidatnya. 

Itulah gambaran Mak Itam, sebuah lokomotif uap tua legendaris dari Ranah Minang.Nama Mak Itam dalam bahasa setempat berarti paman hitam. Nama itu diberikan karena selain tubuhnya yang legam, ada asap hitam pekat yang keluar dari cerobong, dilansir KebudayaanMinang.

Hasil pembakaran batu bara di ruang pembakaran yang berbentuk tabung besar yang menjadi kepala lokomotif buatan pabrik Maschinenfabrik di Esslingen Jerman itu meninggalkan bekas khas di udara. Lokomotif ini dikirim pada 21 Oktober 1966 dan menjadi produk terakhir Esslingen sebelum tutup produksi. 

Stasiun Sawahlunto menjadi rumah terakhir bagi Mak Itam setelah mengabdi sebagai penarik gerbong batu bara serta gerbong penumpang selama 50 tahun di kawasan Ombilin, Sawahlunto.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatra Barat. Ia meninjau perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama penerapan protokol kesehatan serta kesiapan destinasi di Sumatra Barat dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

"Hari ini kita memulai kunjungan kerja ke beberapa spot pariwisata di Sumatra Barat. Kunjungan ini juga sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi kita sebelumnya dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat salah satunya melalui industri kuliner yang telah mendunia, yaitu rendang. Jadi kita langsung gerak cepat dari rapat koordinasi tersebut," kata Menparekraf Sandiaga, Kamis, Jumat, (23/4/2021).

Dalam pertemuan sebelumnya, para bupati dan wali kota mengajukan beberapa usulan program kerja termasuk pembangunan baik fisik maupun non fisik.

"Kegiatan ini yang ingin kita padukan karena sebagian dari kunjungan saya di sini juga ingin mempersiapkan agar event-event yang sudah kami launching, termasuk event berskala nasional dan berskala regional ini bisa terkurasi dengan baik dan diberi pendampingan," kata Sandiaga.

Menparekraf mengatakan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat ke depan akan menitikberatkan perpaduan antara kekuatan budaya dan keindahan alam. Diantaranya adalah pengembangan geopark serta tambang batu bara Ombilin yang merupakan tambang batu bara tertua di dunia.

"Kita ingin mengembangkan wisata berbasis heritage. Harapan saya dalam kunjungan ini dapat membangkitkan semangat kita, membuka peluang dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," kata Sandiaga.

Menparekraf juga ingin memastikan penerapan protokol yang ketat dan disiplin itu dapat dilaksanakan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah sendiri telah menetapkan larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

"Tentu ini kita harus sikapi karena saya mendapat laporan banyak masyarakat yang melakukan perjalanan di sebelum tanggal tersebut. Ini tentu harus kita sikapi dengan kewaspadaan dan kepatuhan. Kesiapan kita dalam mengantisipasi kunjungan masyarakat di tiap-tiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif harus dijaga," kata Sandiaga Uno.

Terakhir, Menparekraf juga ingin berdiskusi mengenai bagaimana menata ulang potensi pariwisata ramah muslim. "Sumatra Barat punya pengalaman yang luar biasa karena sudah memiliki Perda. Saya ingin menggali dan memastikan potensi yang ada bisa kita kembangkan secara optimal," kata Sandiaga.

Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan Sumatra Barat siap untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal tersebut dikatakannya juga sejalan dengan konsep pariwisata ramah muslim yang juga mengedepankan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

"Bahwa hotel, restoran, dan sektor kuliner kita sudah siap untuk memenuhi seperti yang disampaikan bagaimana kita memenuhi unsur-unsur kebersihan, kesehatan, dan lainnya. Kita juga sudah siapkan turunan dari Perda (wisata ramah muslim) tersebut di tahun ini," kata Mahyeldi.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani