Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:57wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Tawarkan 5,9 Miliar Saham ke Publik, WMU Incar Perolehan Dana hingga Rp1,18 Triliun

Rabu, 06-January-2021 17:20

Tumiyana, Founder merangkap Presiden Komisaris PT Widodo Makmur Unggas Tbk.
Foto : Istimewa
Tumiyana, Founder merangkap Presiden Komisaris PT Widodo Makmur Unggas Tbk.
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) menggelar hajatan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di bisnis unggas terintegrasi tersebut akan menjadi perusahaan pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

Dalam paparan ke publik yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu (6/1/2020), diketahui perusahaan akan menawarkan sebanyak 5.923.076.900 saham, setara dengan 35 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Sementara itu, untuk harga perdana saham perseroan dipatok pada kisaran Rp142-Rp200 per saham. Dengan demikian, total dana yang bakal dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp841,07 miliar hingga Rp1,18 triliun.

Founder sekaligus Presiden Komisaris WMU, Tumiyana menjelaskan, respon calon investor perusahaan atas rencana penawaran ini sangat positif. Ada sebanyak 685 investor yang menunjukkan minat atas saham-saham yang akan dilepas perseroan melalui penawaran umum itu. "Animonya begitu kuat," kata Tumiyana.

Mantan Dirut PTPP dan WIKA ini juga mengatakan, kisaran harga perdana saham yang ditawarkan terbilang murah jika dibandingkan dengan harga patokan rata-rata dari perusahaan yang bergerak di sektor yang sama (peers). 

Ia pun optimistis saham ini akan diserap pasar di tengah pandemi yang masih terus merebak.

"Price WMU relatif rendah dibandingkan dengan peers. PE (price to earning) ratio kita sekitar 50 persen di bawah perusahaan-perusahan sejenis yang ada di market," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama WMU, Ali Mas’adi menuturkan, Perseroan akan menggunakan dana IPO sebesar 74,3 persen untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi, seperti pembangunan fasilitas breeding PS farm di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, investasi juga akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Klaten, Jawa Tengah, pembangunan fasilitas Hatchery di Sukabumi, Jawa Barat, pembangunan fasilitas Broiler Commercial Farm di Wonogiri, Jawa Tengah, pembangunan fasilitas rumah potong hewan atau Slaughterhouse di Cianjur, Jawa Barat dan pembangunan Feedmill di Ngawi, Jawa Timur.

Sedangkan, sisa dana IPO sebesar 25,7 persen akan digunakan untuk modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan pembelian ayam broiler komersial.

Untuk diketahui, komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) 90 persen, Warsini 5 persen, dan Wahyu Andi Susilo sebesar 5 persen.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek ialah CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas Indonesia.

Adapun, masa penawaran awal digelar pada 7-13 Januari 2021, perkiraan tanggal efektif 20 Januari 2021, masa penawaran umum ke publik  21-25 Januari 2021, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia diharapkan terlaksana pada 29 Januari 2021.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP