Netral English Netral Mandarin
03:10wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Waspadai Tidur Nyenyak Dapat Menurunkan Risiko Gagal Jantung

Kamis, 08-April-2021 21:30

 Tidur Nyenyak Dapat Menurunkan Risiko Gagal Jantung
Foto : Keep Healthy
Tidur Nyenyak Dapat Menurunkan Risiko Gagal Jantung
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Pola tidur yang baik memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh kita. Selain membuat kita tidak mudah lelah dan mengantuk saat beraktivitas, pola tidur sehat mampu memberikan beragam macam manfaat kesehatan fisik dan mental. Salah satunya adalah mengurangi risiko gagal jantung.Temuan dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation membuktikan hal tersebut.

Dalam penelitian inu terungkap, tidur malam yang nyenyak sangat bisa membantu menurunkan risiko gagal jantung. Pola tidur yang sehat mencakup bangun pagi, tidur sekitar 7-8 jam per hari, dan tidak mengalami insomnia atau kesulitan tidur.

American Heart Association mengungkap data, kondisi gagal jantung memengaruhi lebih dari 26 juta orang setiap tahunnya. Para peneliti menganalisis pola tidur peserta studi berusia 37-73 tahun pada tahun 2006-2010. 

Peneliti lalu mencatat kejadian gagal jantung dari tahun 2010, dan berhenti di tanggal 1 April 2019.  Tercatat, selama waktu itu, ditemukan sebanyak 5.221 kasus gagal jantung. Peserta menjawab beberapa pertanyaan mengenai perilaku tidur mereka melalui kuesioner. Hasilnya, pada orang yang rajin bangun pagi, risiko gagal jantung berkurang delapan persen. Risiko gagal jantung juga turun 12 persen pada peserta yang tidur 7-8 jam per hari. Kemudian, risiko gagal jantung pada peserta yang tidak sering kesulitan tidur atau insomnia berkurang 17 persen.

PenelitianPeserta yang melaporkan tidak mengantuk di siang hari menurunkan risiko gagal jantung 34 persen. “Penilaian tidur sehat yang kami buat didasarkan pada penilaian perilaku tidur ini,” kata Lu Qi, MD, PhD. Lu Qi adalah co-author studi dan profesor epidemiologi, serta Direktur Obesity Research Center di Tulane University, Louisiana, AS. “Temuan kami menyoroti pentingnya meningkatkan pola tidur secara keseluruhan untuk membantu mencegah gagal jantung.”

Studi lain yang diterbitkan di awal tahun menemukan, orang yang memiliki pola tidur tidak teratur (tidur lebih larut 90 menit dari biasanya) selama tujuh hari, berisiko terkena serangan jantung atau penyakit jantung. Temuan itu dipaparkan Dr David Goff, Direktur Ilmu Kardiovaskular di United States National Heart, Lung and Blood Institute.

“Satu dari tiga orang di AS meninggal karena penyakit jantung, dan 60 persen manusia akan mengalami penyakit kardiovaskular besar sebelum meninggal dunia,” kata dia. “Orang-orang sibuk, stres, dan tidak banyak tidur selama seminggu. Kemudian mereka mencoba membayar utang tidur pada akhir pekan, dan itu bukan pola yang sehat,” tambah Goff.

 

Reporter : Diaz Aditya Pratama Wardhana
Editor : Sulha Handayani