Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:22wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Waspadai Cuaca Buruk di Wilayah Ini Beberapa Hari ke Depan

Rabu, 13-January-2021 17:40

Hujan dan petir bakal terjadi di wilayah Lampung.
Foto : Flickr
Hujan dan petir bakal terjadi di wilayah Lampung.
15

BANDARLAMPUNG, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan tinggi masih melanda sebagian wilayah Lampung selama beberapa hari ke depan, sehingga warga diminta untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

"Curah hujan masih tinggi di sebagian besar wilayah Lampung, sebab prediksi puncak musim penghujan pada bulan Januari hingga Februari ini," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Radin Inten II Lampung Rudi Harianto, Rabu, (13/1/2021).

Ia menjelaskan hujan intensitas lebat terjadi akibat adanya peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan konvektif dengan jenis Cumulus padat dan Cumulonimbus.

"Awan Cumulonimbus ada di hampir semua wilayah Lampung dengan penguatan menggumpal sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, serta angin kencang," jelas Rudi.

Menurutnya, dengan perkiraan cuaca tersebut masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap adanya bencana hidrometeorologi.

"Untuk masyarakat yang wilayahnya memiliki histori lingkungan banjir, tanah longsor, puting beliung dapat lebih berhati-hati dan siap siaga," katanya lagi.

Ia mengatakan kewaspadaan dan kehati-hatian juga berlaku bagi para nelayan yang menggunakan kapal ukuran kecil hingga sedang, atas adanya gelombang tinggi.

"Kita imbau nelayan pun perlu memperhitungkan info BMKG sebab gelombang tinggi sekitar 4 hingga 6 meter di bagian barat dan 3 hingga 4 meter di bagian selatan masih akan terjadi,” ungkap Rudi, dilansir Antara.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani