Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:42wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Heboh Warung Makan Nekat Buka Diancam 3 Bulan Penjara Denda Rp50 Juta, Netizen: Orang Beragama kok Ndak Waras

Kamis, 15-April-2021 15:47

Ilustrasi warung Makan di Serang, Banten
Foto : Banten Kini
Ilustrasi warung Makan di Serang, Banten
6

SERANG, NETRALNEWS.COM - Larangan warung makan buka siang hari di Serang ternyata ditanggapi negatif oleh banyak warganet. Dalam kebijakan yang berlaku di Serang, bagi yang nekat buka warung makan maka bakal terancam bui 3 bulan dan denda Rp50 juta. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen mengaku prihatin dan tak setuju dengan cara-cara itu. 

MLT: “Tiap bulan puasa pasti ketemu yang begini heuuu...heuuuu....”

Lek Yo: “Warung buka kok meresahkan ???.....Ndasmu kuwi...yg meresahkan justru satpol PP nya.”

Susan: “Kasihan yg dagang nya,masa harus ikut puasa rejeki nya,,,tutup pakai gorden at bungkus juga bisa kok.”

Toeng Jauw Ming: “Poso warung sepi, di Kon tutup pisan.”

Sugeng Hariyadi: “Menjalankan ibadah puasa kok menyusahkan dan mengurangi rezeki orang berjualan ... kl ndak niat puasa yg ndak usah puasa.... warung menyediakan untuk lain agama Islam, anak², orang tua, orang yg berhalangan puasa.... terkecuali kl pemerintah daerah yg mengeluarkan peraturan memberi uang pengganti tidak berjualan......Orang beragama kok ndak waras....”

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Kota Serang larang warung nasi buka siang hari selama bulan Ramadhan 1441 hijriah. Alasannya untuk menghormati orang puasa.

Untuk sosialisasi, Satpol PP Kota Serang telah menyebarkan 300 surat edaran Wali Kota Serang terkait pelaksanaan aktifitas bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Ada 40 Satpol PP yang turun ke seluruh rumah makan yang ada di Kota Serang.

“Ada sekitar 300 lembar, disebar ke rumah makan, restoran, cafe, dan lain-lain. Tujuanya supaya tutup tidak beraktivitas di siang hari. Tadi ada juga yang buka cuma mungkin mereka belum tahu ada surat edarannya. Tapi setelah dikasih edaranya mereka pada tutup warungnya,” kata Kusna Ramdani, Kasatpol PP Kota Serang, Rabu (14/4/2021).

Ia mengimbau kepada seluruh rumah makan untuk mematuhi surat himbauan Pemerintah Kota Serang.

Saat ditanyai terkait warung makan yang melayani siang hari khusus untuk orang yang berhalangan berpuasa tapi ditutup dengan gorden, pihaknya akan menindak jika kedapatan ada laporan dari masyarakat.

Pihaknya akan menindak mulai dari teguran lisan, surat tertulis dan penutupan sementara.

“Sebenarnya kalau lihat surat edaran mah nggak boleh. Tapi kita juga harus persuasif. Sepanjang masih menghormati orang yang berpuasa. Jadi makanannya dibungkus atau dibawa pulang. Yang penting jangan sampai meresahkan masyarakat. Jangan terang-terangan,” ucapnya seperti dilansir Suara.com.

Diancam Denda Rp 50 Juta

Selain itu, untuk diketahui bahwa dalam surat Imbauan Bersama nomor 451.13/335 -Kesra/2021 tentang Peribadatan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, diatur bahwa restoran dan sejenisnya tutup pada pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Tb Hasanudin mengatakan, jika ada pengelola restoran, rumah makan dan kafe yang nekat beroperasi pada saat waktu yang dilarang, maka bisa terancam sanksi berupa hukuman 3 bulan penjara.

Selain itu, pengelola restoran dan yang lainnya bisa terkena denda maksimal Rp 50 juta.

"Bilamana masih melaksanakan, masih buka, masih melayani di siang hari, maka itu akan dikenakan sanksi. Sanksinya pidana bisa berbentuk sanksi kurangan badan lebih kurang 3 bulan dan sanksi uang maksimal Rp 50 juta," kata Tb Hasanudin kepada wartawan usai melakukan pengawasan, Rabu (14/4/2021).

Hasanudin mengatakan, tindakan tegas itu sesuai dengan Pasal 10 dan Pasal 21 ayat 4 Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010.

"Kalau ada rumah makan yang buka, akan kami sita alat masaknya, atau mungkin kompornya. Saat ini masih sosialisasi, ke depannya kalau ada yang buka, akan ditindak," ujar Hasanudin dinukil Kompas.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto