Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:02wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Bupati Terpilih Sabu Raijua Didukung PD-PDIP Tenyata Warga AS, Warga NU: KPUD dan Panwas Kerjanya Apa?

Rabu, 03-Februari-2021 11:00

Warga NU Gus Umar Hasibuan - Orient P Riwu Kore Bupati Terpilih Sabu Raijua
Foto : Istimewa
Warga NU Gus Umar Hasibuan - Orient P Riwu Kore Bupati Terpilih Sabu Raijua
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gus Umar Hasibuan, seorang warga Nahdlatul Ulama (NU) mengaku prihatin dengan kabar lolosnya seorang warga negara Amerika Serikat menjadi bupati terpilih di Nusa Tenggara Timur. Ia pun mempertanyakan kinerja penyelenggara pemilu di wilayah tersebut.

"Hanya dinegara Indonesia. Warga negara Amerika bisa terpilih jadi Bupati Sabu Raijua. Itu KPUD dan Panwas kerjanya apa ya koq bisa lolos dr tahap pencalonan? #Miris," cuitnya melalui akun twitter @UmarHsb75, seperti dikutip di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur telah menerima konfirmasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat bahwa bupati terpilih kabupaten Sabu Raijua Orient P Riwu Kore masih berstatus warga Amerika Serikat (AS).

"Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan mengiyakan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS," kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yugi Tagi Huma seperti dilansir Antara, kemarin.

Yugi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu surat pemberitahuan juga sudah Bawaslu Sabu Raijua sampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

Yugi mengatakan bahwa saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia.

"Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga," tambah dia.

Bahkan KPU Sabu Raijua bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Kota Kupang untuk memastikan bahwa Orient adalah warga negara Indonesia.

Bawaslu sendiri memang sudah menyelidiki dugaan kewarganegaraan Orient itu sejak awal Januari. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Kedubes AS di Jakarta sejak awal Januari.

'Namun baru ada konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta hari ini, setelah penetapan bupati terpilih," ujar dia.

Ia juga menegaskan, apa yang dilakukan oleh Orient adalah pembohongan publik dan mencederai sistem perpolitikan di Indonesia.

Sebagai informasi, Orient P Riwu Kore mencalonkan diri sebagai Bupati Sabu Raijua pada Pilkada 2020. Ia mencalonkan diri bersama Thobias Uly. Pasangan Orient-Tobias diusung oleh Partai Demokrat dan PDIP.

Orient-Uly meraih 48,3 persen suara sah berdasarkan hasil rekap akhir KPU Sabu Raijua. Mereka mengalahkan dua paslon lainnya, yakni pasangan petahana Nikodemus NRihiHeke-YohanisYly Kale dan pasangan Takem Irianto Radja Pono-Herman Hegi Radja.

 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP