Netral English Netral Mandarin
05:50wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Denny Jahil! Sebut Wanita Pamer Pelat TNI Palsu Dijemput Polisi Sama seperti Tengku Zul Pamer Ayam Mengaku Punya Ferari

Kamis, 04-Maret-2021 15:35

Kolase Denny Siregar dan Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Kolase Denny Siregar dan Tengku Zulkarnain
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denpom III/5 Bandung menemukan pemilik mobil berpelat nomor dinas TNI yang viral di TikTok. Wanita itu dijemput untuk dilakukan penyelidikan.

"Dijemput untuk dilakukan penyelidikan di Denpom," ujar Komandan Denpom III/5 Bandung Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro di Mako Denpom III/5 Siliwangi, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (4/3/2021).

Namun, Denny Siregar menanggapi jahil. Pasalnya wanita itu diperbandingkan seolah sama dengan Tengku Zul.

"Mangkanya jangan suka pamer2, apalagi pamer yang bukan kepunyaannya.. Kayak  @ustadtengkuzul  itu lho, cuman punya ayam ya pamer ayam aja.. ga ngaku2 punya ferari," kata Denny, Kamis (4/3/21).

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita dijemput anggota POM TNI di kawasan Batununggal pada Rabu (3/3) malam. Selain wanita itu, anggota juga membawa barang bukti berupa mobil dan pelat nomor TNI palsu.

Dia mengatakan lantaran pembuat video dan pemilik pelat nomor palsu itu merupakan warga sipil, pihaknya sudah menyerahkan secara langsung wanita itu dan barang bukti ke Polrestabes Bandung. Penyerahan dilakukan langsung di Markas Denpom III/5 Bandung.

"Karena belum ditemukan anggota TNI terlibat, sehingga kasusnya beserta barang bukti dilimpahkan ke Polrestabes," kata dia.

Adapun barang bukti yang dilimpahkan berupa satu unit mobil sedan hitam, dua pelat merah TNI palsu, serta surat-surat kendaraan.

Sebelumnya, melalui akun Instagram resmi, Pusat Penerangan (Puspen) TNI telah menanggapi viralnya video tersebut dan menyatakan pelat nomor dinas TNI yang terpasang di mobil adalah palsu. Pihak TNI mengatakan pelat nomor 3423-00 tak terdaftar di data Mabes TNI.

"Klarifikasi kasus beredarnya video mobil pelat dinas TNI dengan nomor 3423-00 yang viral di media sosial (medsos) adalah pelat dinas bodong atau palsu karena tidak terdaftar di Mabes TNI," tulis Puspen TNI melalui akun Instagram resminya.

"Saat ini POM TNI sedang melakukan pemeriksaan, diawali dengan pengecekan data registrasi kendaraan dinas di internal TNI. Pada saat bersamaan, juga dilakukan pengembangan untuk mencari keterangan kendaraan dengan melihat langsung di lapangan," jelas Puspen TNI.

Dalam video yang beredar, tampak menampilkan mobil dengan pelat dinas TNI. Video berdurasi 17 detik itu awalnya beredar di TikTok dan kemudian menyebar di Instagram. Netizen ramai membahas pemilik mobil tersebut.

"Ini anak saya, Mbak e, ini mobil saya ya. Dari pelatnya saja Anda sudah bisa tahu dong suami saya itu siapa. Jadi kalau untuk suami Anda yang nggak tahu asal-usulnya gitu ya, jadi saya sarankan jangan apa ya, saya nggak kenal juga sama dia, saya nggak pernah ada..." ujar si perekam video, pada Rabu (3/3/2021).

Wanita yang ada dalam video itu pun sudah meminta maaf dan mengakui kalau pelat dinas yang dimilikinya bodong. Dia mengatakan pelat itu dibuatnya di Kota Bandung.

"Saya sebelumnya meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada seluruh warga Indonesia dan atas beredar luasnya video saya yang lagi viral banget mengenai pelat dinas. Itu saya katakan bahwa mohon maaf sekali itu sebenarnya pelat dinas palsu alias bodong. Dan saya membuat itu di Kota bandung," katanya dinukil detik.com.

"Atas ketidaknyamanannya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pada seluruh keluarga Indonesia pada jajaran satuan TNI dan semua yang berkaitan saya minta-maaf dan saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga di sini sangat menyesal atas kekhilafan saya," lanjutnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto