Netral English Netral Mandarin
05:37wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Walkout Karena Tak Ingin Sidangnya Abal-Abal, HRS: Ini Disaksikan Seluruh Dunia

Rabu, 17-Maret-2021 03:45

Habib Rizieq Shihab.
Foto : Istimewa
Habib Rizieq Shihab.
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat hasil tes swab Covid-19 di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab (HRS), walkout dari sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (16/03/2021), karena menolak persidangan digelar secara virtual.

Sebelum walkout, Habib Rizieq yang hadir secara virtual dari Bareskrim Mabes Polri, sempat meminta kepada majelis hakim agar dirinya dihadirkan langsung di ruang sidang.

"Saya dengan tulus, ikhlas dari sanubari yang paling dalam sangat berharap, sangat berharap kita tidak berdebat lagi agar saya dihadirkan dalam ruang persidangan," kata Habib Rizieq.

Ada lima alasan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu meminta dihadirkan dalam ruang sidang di PN Jakarta Timur.

Alasan Pertama, Habib Rizieq menyebut sidang yang digelar secara online berpotensi disabotase, sebab suara tidak jelas dan sering putus karena gangguan signal.

"Online ini suara tidak jelas dan sering putus. Gambar pun sering terhenti, bahkan hanya bergantung dengan sinyal dan setiap saat teknologi ini bisa disabotase. Itu alasan pertama. Jadi online ini akan sangat sangat merugikan saya selaku terdakwa," ujarnya.

Kedua, Habib Rizieq menyebut jika dirinya tidak dapat dihadirkan di ruang sidang karena alasan pandemi, maka hal itu bisa disiasati dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Kalau alasannya Covid bisa lebih memperketat yaitu tentang protokol kesehatan apakah dengan jaga jarak kemudian apa namanya masker dan lainnya kita sama-sama kita sama-sama bersepakat untuk menjaga protokol kesehatan," ucap dia.

Alasan ketiga, Habib Rizieq menuding ada diskriminasi perlakuan di dalam persidangan, karena saat sidang kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, dimana terdakwa mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dihadirkan di ruang sidang.

"Faktanya ada beberapa tokoh kemarin ini pada saat sidang dihadirkan, seperti bapak Irjen Napoleon Bonaparte. Jadi kalau ada tokoh yang bisa dihadirkan dalam sidang, kenapa saya tidak? Nah ini kan jadi diskriminasi. Kita sangat sepakat tidak boleh ada diskriminasi perlakuan di dalam persidangan," ungkapnya.

Alasan keempat, Habib Rizieq menegaskan bahwa dirinya harus hadir di ruang sidang, bukan menjalani sidang secara virtual dari Mabes Polri.

"Kemudian yang keempat, faktanya juga saya saat ini tidak berada di pengadilan tetapi berada di Mabes Polri saya ingin berada di ruang sidang pengadilan," tegasnya.

Alasan kelima, Habib Rizieq mengatakan bahwa persidangan kasus yang menjeratnya menjadi sorotan nasional dan Internasional. Karenanya, ia tidak ingin sidang itu abal-abal dan mempermalukan cerminan hukum Indonesia di mata dunia.

"Terakhir yang kelima bahwa sidang saya ini tidak menjadi sidang abal-abal. Karena ini menjadi sorotan nasional dan internasional. Kalau kita berdebat seperti ini, kemudian ada diskriminasi, ada pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan, ini akan mempermalukan, ini bisa mempermalukan cerminan hukum Indonesia di dunia internasional," tuturnya.

"Jadi saya minta sekali lagi kita hentikan perdebatan, saya mohon kepada majelis hakim yang terhormat, majelis hakim yang mulia bisa mengambil keputusan yang arif dan bijak, kalau memang tidak bisa dihadirkan di sidang hari ini di sidang berikutnya harus dihadirkan," jelas Habib Rizieq.

Ditegaskan Habib Rizieq, seluruh dunia tengah menyoroti semua yang terlibat dalam persidangan kasusnya. Untuk itu, ia mau supaya sidang yang digelar berkualitas.

"Jadi ini jadi sorotan nasional, internasional. Seluruh dunia ini sedang menyorot kita, sedang melihat majelis hakim, sedang melihat jaksa, sedang melihat pengacara. Nah apakah kita ingin mempertontonkan suatu sidang yang tidak bermutu, tidak berkualitas. Jadi saya ingin sidang ini berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," Namun, apa yang disampaikan Rizieq dan tim kuasa hukumnya yang hadir di PN Jakarta Timur ditolak hakim 6dengan alasan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Ketua Majelis Hakim, Khadwanto mengatakan sidang virtual telah diterapkan selama pandemi Covid-19. Hakim pun memutuskan persidangan tetap dilanjutkan secara online.

Mendengar keputusan majelis hakim, Rizieq pun memutuskan walkout. "Tanpa tekanan bahwa saya tidak akan mengikuti sidang online dan sidang hari ini saya tidak akan mengikuti, dengan demikian saya akan keluar dari ruangan ini. Mohon maaf dan terima kasih," tegas Rizieq.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli