Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:35wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Wakili Presiden, Mensos Anugerahkan Tanda Kehormatan pada 6 Ahli Waris Perintis Kemerdekaan

Jumat, 16-April-2021 10:45

Mensos Tri Rismaharini menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan kepada 6 orang ahli waris. Terima kasih
Foto : Kemensos
Mensos Tri Rismaharini menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan kepada 6 orang ahli waris. Terima kasih
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan kepada 6 orang ahli waris. 

“Penganugerahan diberikan kepada pendiri atau pemimpin pergerakan kebangsaan yang berjasa dalam perintis kemerdekaan Indonesia,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Surat Keputusan Presiden RI Nomor 7/TK/Tahun 2021 tanggal 11 Februari 2021 tentang penganugerahaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan diserahkan simbolis langsung oleh Menteri Sosial (Mensos). 

“Selamat dan sukses kepada penerima Satya Lencana tahun 2021. Semoga jadi inspirasi bagi masyarakat dan selalu berkontribusi dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia,” ucap Mensos. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Kementerian/Lembaga terkait, Ketua YAPETA, ahli waris Penerima Satya Lancana Perintis Kemerdekaan, serta para akademisi.

Lebih lanjut harapan Mensos kepada para perintis kemerdekaan tidak sekedar selambar kertas dan setelah itu lupa serta merasa sudah cukup.

“Perintis telah berjuang untuk bangsa dan negara mempertaruhkan nyawa. Tak bisa seperti ini tanpa perjuangan mereka. Jangan merasa cukup dengan selembar kertas, berikanlah semaksimal kita bisa,” tandas Mensos, berapi-api.

Dampak perjuangan para perintis tidak jarang harus kehilangan salah satu anggota tubuh, kehilangan pendengaran, bahkan harus kehilangan nyawa. 

“Semangat perintis kemerdekaan yang luar biasa harus terus diingat, dirawat serta dikenalkan kepada generasi muda bangsa agar menjadi inpsirasi dalam mengisi kemerdekaan, yang telah ditebus dengan darah dan air mata,” katanya. 

Tinton Suprapto, seorang penerima Satya Lencana dari Presiden RI mengaku berterima kasih kepada Kemensos yang telah mengurus perintis kemerdekaan.

“Jadi, mohon diupayakan karena masih banyak perintis kemerdekaan yang belum mendapatkan pengakuan dari lembaga seperti Kemensos,” ujar Tinto. 

Secara institusi dan kelembagaan perintis kemerdekaan di bawah Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS), Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos), Kemensos.

Ke-6 penerima penganugrahan tersebut, yaitu 1. Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono; 2. Jenderal TNI (Purn) Ahmad Taher (alm); 3. Letkol TNI (Purn) RH Eddie Soekardi (alm); 4. Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod (alm). 

Juga, 5. Jenderal TNI (Purn) Bambang Utoyo (alm); 6. Jenderal TNI (Purn) HM Ryacudu (alm), serta Tinton Suprapto, Ketua Yayasan Pembela Tanah Air Pusat (YAPETA).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli