Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:41wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Wajib Diketahui, Ketentuan Mengunjungi TWA Kawah Ijen ‘Blue Fire’ di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 07-April-2021 13:30

Kawah Ijen Blue Fire.
Foto : Semitra Wisata
Kawah Ijen Blue Fire.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bagi Anda pemburu wisata unik dan memicu adrenalin, wajib memasukkan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Blue Fire ke dalam daftar rencana perjalanan. Di wisata ini, Anda bisa melihat fenomena alam unik, pemandangan kawah yang cantik, hingga aktivitas penambangan dengan jalur perjalanan yang menantang. 

Wisata yang satu ini berda di Kawasan Hutan Pegunungan Ijen yang ada di Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian, sebagian dari kawasan Cagar Alam Kawah Ijen seluas 92 ha menjadi TWA Kawah Ijen, sedangkan sisanya seluas 2.468 ha tetap sebagai cagar alam. 

Apabila berkunjung ke wisata yang satu ini, satu hal yang diburu tidak lain adalah melihat fenomena alam blue fire atau api biru saat pagi-pagi buta. Konon, fenomena alam anti mainstream ini hanya ada di TWA Kawah Ijen lho. Tidak heran, apabila pengunjung tidak hanya kalangan wisatawan melainkan juga peneliti dan ahli geologi. 

Ketika pagi menjelang dan matahari telah tinggi menyapa, Anda akan disambut dengan pemandangan cantik, berupa kawah hijau tosca. Anda bisa melihat keindahan ciptaan Tuhan ini dengan menjajal rute sejauh 3 Km menuju Kawah Ijen. Tahukah Anda, kawah ini juga dikenal sebagai danau kawah asam terbesar di dunia yang berada di Jawa Timur. 

Eits, tapi ada berbagai ketentuan yang wajib Anda ketahui sebelum berkunjung ke Kawah Ijen. Salah satunya terkait ketentuan berkkunjung di situasi Pandemi Covid-19, seperti yang dikutip dari laman bbksdajatim, Rabu (7/4/2021) berikut:

Ketentuan Berkunjung saat Pandemi 

  • Tetap menjaga kesehatan, mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan
  • Wisatawan dalam keadaan siap secara fisik dan mental, tidak memiliki riwayat penyakit asma dan jantung
  • Tiket tidak termasuk asuransi, semua pengunjung disarankan untuk memiliki asuransi kecelakaan pribadi
  • Menyiapkan peralatan keselamatan pribadi (sepatu anti selip, jaket dingin, masker, handsanitizer)

Informasi Pembelian Tiket

Seluruh pemesanan tiket wajib secara online melalui www.tiket.bbksdajatim.org. Satu user bisa untuk membeli 10 tiket dengan tetap memasukkan copy KTP, paspor bagi WNA dan data lainnya. Jika ingin membeli lebih dari 10 tiket, bisa melakukan booking selanjutnya

Pihak pengelola TWA Kawah Ijen juga mengingatkan bahwa tiket yang sudah dibayarkan tidak dapat berubah hari pendakian atau dibatalkan/pengembalian uang. 

Anda juga perlu pastikan bahwa pemesanan tiket tidak salah tanggal. Contoh memilih hari kunjungan ke TWA Kawah Ijen, apabila datang di lokasi (paltuding) hari Sabtu Malam maka pembelian tiket pilih Hari Minggu bukan Hari Sabtu. Pasalnya jam kunjungan mulai jam 3 pagi sampai dengan 12 siang.

Persiapkan juga KTP atau kartu identitas untuk check in ke lokasi. Jika tidak dapat menunjukkan KTP atau kartu indentitas maka berpeluang ditolak masuk kawasan.

Anda juga perlu mengetahui bahwa setiap Hari Jumat pada minggu pertama dilakukan penutupan untuk kegiatan ‘Ijen Rijik’ atau ‘Ijen Bersih’. Itu merupakan sebuah kegiatan pembersihan sampah di kawasan Kawah Ijen. 

Informasi Harga dan Penginapan 

Tiket Masuk:

Wisatawan lokal di hari kerja adalah Rp 5 Ribu, di hari libur RP 7 Ribu. Wisatawan asing di hari kerja Rp 100 Ribu, di hari libur Rp 150 Ribu.

Biaya parkir:

Tiket parkir roda dua Rp 5 Ribu dan tiket parkir roda empat atau lebih Rp 10 Ribu.

Penginapan:

Anda bisa menyewa guest house masyarakat denga tarif rata-rata Rp 150 ribu

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani