Netral English Netral Mandarin
08:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ketahuilah, Wajib Berpakaian Nuansa Muslim Juga Terjadi di Jakarta

Senin, 25-January-2021 17:35

Azas Tigor Nainggolan mengatakan bahwa Wajib Berpakaian Nuansa Muslim Juga terjadi di Jakarta
Foto : Istimewa
Azas Tigor Nainggolan mengatakan bahwa Wajib Berpakaian Nuansa Muslim Juga terjadi di Jakarta
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Masalah kewajiban berpakaian bernuansa Muslim bukan hanya di Padang, Sumatera Barat.

Di Jakarta juga sudah lama menjadi masalah tapi tidak terungkap saja ke publik. Nah, mumpung masalah wajib  berbusana bernuansa Muslim ini sedang muncul di publik, saya mau ceritakan pengalaman saya.

Di Jakarta sudah berlangsung lama soal kewajiban menggunakan pakaian bernuansa Muslim. Terutama pada hari Jumat, murid di sekolah negeri di Jakarta diwajibkan berbusana Muslim. Jika tidak mematuhi maka dihukum oleh gurunya.

Sekitar 6-7 tahun lalu, saya pernah menangani kasus seorang siswa kelas 5 SD di SD Negeri di jln Utan Kayu, Jakarta Timur yang beragama Kristen dipukul gurunya karena hari Jumat tidak pakai baju bernuansa Muslim (baju Koko).

Baca Juga :

Saya dan orang tua murid sudah melaporkan kasus pemukulan dan kewajiban menggunakan baju Koko tersebut.

Hasilnya anak itu dikalahkan oleh Pemprov Jakarta dan si guru menang, tidak bisa disalahkan. Sampai sekarang pun di Jakarta kewajiban berbusana bernuansa Muslim itu masih berlangsung, tidak ada yang mempermasalahkan.

Ayo, kita tolak dan harus ditiadakan kewajiban berbusana bernuansa agama tertentu bagi murid di sekolah Negeri.

Murid yang bersekolah di sekolah  negeri itu bukan hanya beragama Muslim tetapi juga beragama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Begitu pula sekolah negeri itu milik Negera Republik Indonesia naka harus mengayomi semua agama.

Astina, 24 Januari 2021

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto