Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:29wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Waduh! Virus Corona B117 Sudah Masuk Karawang Jabar, Netizen: Yang Satu Belum Kelar yang Ini...

Rabu, 03-Maret-2021 17:20

Gubernur Ridwan Kamil ungkap jenis virus baru ditemukan di Karawang
Foto : Bisnis.com
Gubernur Ridwan Kamil ungkap jenis virus baru ditemukan di Karawang
20

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan bahwa varian baru virus Corona dari Inggris, B117, ditemukan di Kabupaten Karawang. Saat ini, Satgas COVID-19 Jabar pun tengah melakukan pelacakan lebih lanjut untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona yang bermutasi tersebut.

"Varian baru virus Corona diberitakan sudah ada di Indonesia, masuk di Karawang. Kami sudah melakukan pelacakan dan meminta kalau boleh tim Unpad (Universitas Padjadjaran) untuk meneliti UK B117 ini," ujar Ridwan Kamil di RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Sontak berita tersebut mendapat perhatian publik. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen berkomentar prihatin.

MLT: "HADEHHHHH...YANG SATU BELOM KELAR YANG INI DATANG.. ALAMAT SEKOLAH GA BUKA2."

Ragil: "Ambyar suummmmmmm"

Asep Moh Saepudin: "Sekola di tutup Pabrik di buka ?? Hmmm."

Nissa: "Si corona setahun d indonesia bawa temen baru apa pernah balik dl dia nya." 

Sebelumnya diberitakan, Koordinasi dengan Unpad itu dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan protokol kesehatan COVID-19, masih berlaku sama atau tidak. Pasalnya, sejumlah pihak menilai bahwa mutasi virus ini lebih ganas.

"Apakah sama perlakuan 3M dan 3T ini ? kami mohon agar ada penelitian, sehingga kami selaku pengambil keputusan secara tepat bisa merespon dengan cara terukur," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.

Kendati demikian, ia mengimbau agar warga tetap tenang dan tak panik. Langkah antisipasi telah dilalukan sejak awal karena satgas telah memprediksi bahwa virus ini akan bermutasi. Ikhtiar kita sesuaikan dan kita tingkatkan," ujar Emil menegaskan.

Sebelumnya, bertepatan dengan peringatan setahun Corona di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melaporkan temuan 2 kasus mutasi virus Corona B117 asal Inggris di Indonesia. Ini menjadi kasus pertama di Indonesia sejak varian tersebut sejak mewabah di Inggris September 2020.

"Tepat 1 tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117, UK mutation, di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan 2 kasus," ujarnya dalam acara virtual peringatan 1 tahun pandemi oleh akun YouTube Kemenristek/BRIN, Selasa (2/3).

Wamenkes Dante menyebut, dengan ditemukannya kasus ini, penanganan pandemi di Indonesia akan semakin sulit. Dikutip dari USS Today, mutasi virus Corona B117 ditemukan pertama kali di Inggris pada September 2020.

Dikhawatirkan, kasus COVID-19 akibat varian baru ini lebih berbahaya. Pasalnya, penularannya lebih mudah dan cepat.

Terhitung sejak September - awal Desember 2020, jenis virus ini jadi penyebab 60 persen kasus aktif COVID-19 di Inggris. Peneliti menyatakan, jenis virus Corona ini 40 - 70 persen lebih infeksius atau lebih menular.

"Karena variannya lebih cepat menyebar. Hal itu bisa menyebabkan timbulnya lebih banyak kasus dan semakin membebani sistem perawatan kesehatan," ujar Dr Henry Walke dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Detik.com.

Pada 28 Desember 2020, peneliti menemukan seorang pasien COVID-19 dengan infeksi B117 tanpa riwayat bepergian keluar kota. Diprediksi, penyebaran virus ini disebabkan interaksi tatap muka atau penularan dalam komunitas.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto