Netral English Netral Mandarin
21:08wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Viral Banyak Bencana Usai Natal? AJ: Tak Terima Disebut Radikal tapi Islam Dipakai Nyerang Agama Lain

Selasa, 19-January-2021 15:52

Viral Banyak Bencana Usai Natal, Abu Janda sebut Tak Terima Disebut Radikal tapi Islam Dipakai Nyerang Agama Lain
Foto : Istimewa
Viral Banyak Bencana Usai Natal, Abu Janda sebut Tak Terima Disebut Radikal tapi Islam Dipakai Nyerang Agama Lain
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media viral pernyataan kontroversial yang diduga dikeluarkan oleh akun Imam Suyuhada Official atau @Imamsyuhada_official. Ia mengeluarkan pernyataan bahwa banyak bencana terjadi usai Natalan.

"Kenapa Setelah Lewat Natalan Sering Banyak Bencana Alam?" tanyanya.

Pernyataan itu kemudian dijawab dengan mengutip QS Maryam Ayat 88-91.

“Dan mereka berkata, (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Sungguh, kalian telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, hamper saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan kufur itu), karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."

Sontak banyak komentar bermunculan. Pegiat media sosial Abu Janda alias Permadi Arya langsung menyoroti dan mengatakan: "Tak terima disebut radikal tapi islam selalu dipakai nyerang agama lain. Tak terima disebut intoleran tapi kajiannya selalu nyakiti orang lain. Tak terima disebut Teroris tapi hobinya meneror orang lain."

"Mosok hari raya agama orang dibilang sumber bencana?" imbuhnya.

Pernyataan kecaman juga disampaikan aktivis Ferdinand Hutahaean yang meretweets Permadi Arya, katanya: "Hahahaha kasihan bumi dihuni oleh mahluk seperti itu bang. Kasihan rahim ibunya yang perih saat melahirkan dia. Kasihan hidupnya yang tak mampu memahami dunia dengan segala peristiwanya."

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto