Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:21wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
UU ITE Dibandingkan Kitab Suci, TZ: Pembuat UU Sudah Merasa jadi Tuhan?

Minggu, 21-Februari-2021 10:00

Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
Foto : Pinterest
Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mempertanyakan, mengapa Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dibandingkan dengan Kitab Suci. Dia juga pertanyakan, apakah pembuat UU ITE sudah merasa menjadi Tuhan.

Pernyataan ini dia sampaikan menanggapi tindakan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto.

Henry sempat membandingkan UU ITE dengan Kitab Suci yang ditafsirkan bermacam-macam, bahkan dengan penafsiran yang salah.

"UU ITE kok disamakan dengan kitab Suci?

Apa pembuat UU ITE sudah merasa jadi Tuhan, ya...?," kata Tengku Zulkarnain, dikutip dari cuitannya, Minggu (21/2/2021).

Tidak sampai di situ saja, Tengku Zulkarnain juga mempertanyakan, apakah pembuat UU ITE dianggap Henry sebagai Tuhan. Dia heran, mengapa orang berpendidikan memiliki pikiran seperti itu.

"Atau anda anggap Tuhan?

Profesor, punya pikiran begini?," tegas Tengku Zulkarnain.

Diketahui, Henry bandingkan UU ITE dengan Kitab Suci karena menurutnya, UU ITE tidak berarti harus direvisi hanya karena banyak masalah di dalam implementasinya.

Mengetahui hal ini, banyak warganet juga yang memberikan komentarnya. Seperti beberapa komentar berikut:

"Ini terjadi akibat pos-pos jabatan di Kementerian dijadikan "berkat" syukuran yg bisa dibagi-bagikan kepada timses Pilpres. Rakyat kebagian pejabat "bahlul"," cuit @Valosenad***.

"Membandingkan UU ITE itu seharusnya dengan UU lain semisal UU  AS atau lainnya. Kitab suci Al-Qur'an itu tiada banding. Seharusnya isi UU ITE acuanya adalah Pancasila dan UUD1945 dan Pasal pasal dalam UU ITE harus jelas dan detail krn jgn sampai terjadi multitafsir yg berbeda," cuit @IAhmadqa***.

"Atasan bosnya minta revisi UU ITE, kok malah segan n berpandapat "tak berarti harus direvisi" dan membandingkan dengan kitab suci?Pie jal?," cuit @m24hHara***.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani