Netral English Netral Mandarin
16:21wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ustaz Waloni Sebut Jadi Ustaz Serba Gratis, Jadi Pendeta Serba Bayar, EK: Caelah, Mau Gratisan aja Mesti Merusak Dakwah

Kamis, 11-Maret-2021 09:20

Ustaz Yahya Waloni
Foto : Terkini.id
Ustaz Yahya Waloni
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menyentil Ustaz Yahya Waloni gegara menyebut enaknya jadi ustaz apa-apa serba gratis. Menurut Eko, jadi preman pun bisa gratis.

"Caelah, mau gratisan aja mesti merusak dakwah. Jadi preman juga bisa makan gratis, malak kiri kanan," kata Eko, Kamis (11/3/21).

Sebelumnya diberitakan, Yahya Waloni melalui ceramahnya menceritakan curahan hatinya kepada sang istri menyoal nikmatnya jadi seorang ustaz.

Yahya mengatakan bahwa ia bersyukur menjadi seorang ustaz sehingga ia merasakan segala bentuk kemudahan.

“Saya bilang istri, alhamdulilah, enak jadi ustaz eh,” ujarnya, dikutip dari video yang diunggah Laporan Harian, Rabu, 24 Februari 2021.

“Di warung-warung gratis, dimana-mana gratis,” imbuhnya disambut gelak tawa para jemaah yang mendengarkan.

“Kalau masih pendeta bayar, kawan,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya bahwa Yahya Waloni dikabarkan adalah seorang mualaf.

Dalam video tersebut ia juga mengatakan bahwa ia tidak pernah dan tak berharap uang dari panitia pelaksana.

“Ceramah juga gak minta-minta, gak ada saya berharap duit dari panitia,” tegasnya.

“Tapi, kalau disiapkan apa boleh buat,” candanya.

Yahya Waloni juga dalam video itu ia mendukung Ustaz Abdul Somad untuk menjadi wakil presiden di tahun 2024.

Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa gaya ceramahnya dan perilakunya mirip dengan Abdul Somad.

“Makanya saya dan Ustaz Somad cocok, kelakuan kocaknya juga sama,” tuturnya.

Video tersebut dikomentari lebih dari seribu komentar dari warganet dan telah ditonton sebanyak 90 ribuan kali.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto