Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:42wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ustaz Hilmi: Kalau Ngaku Muslim, Tinggalkan Profesi Buzzer dan Segera Taubat Nasuha

Selasa, 16-Februari-2021 04:30

Uztaz Hilmi.
Foto : Twitter
Uztaz Hilmi.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Hilmi Firdausi  mengingatkan kembali Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan haram bagi pendengung atau buzzer yang menebar hoaks, adu domba, ujaran kebencian, fitnah, ghibah dan sejenis lainnya di media sosial.

"Ingat yaa...fatwa MUI bahwa buzzer itu pekerjaan haram," tulis Ustaz Hilmi di akun Twitternya, Senin (15/2/2021).

Karena fatwa itu, Ustaz Hilmi pun menyarankan kepada para buzzer yang beragama Islam untuk bertobat dengan meminta ampun kepada Allah SWT, serta meninggalkan profesi sebagai buzzer.

"Kalau masih mengaku seorang muslim, sebaiknya tinggalkan profesi ini dan segera taubatan nasuha. Termasuk yang menyuruh, membantu dan memanfaatkan jasanya (buzzer)," cuit @Hilmi28.

Seperti diberitakan, MUI menerbitkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Dalam fatwa itu, diatur mengenai hukum aktivitas buzzer di media sosial.

Salah satu poin dalam fatwa tersebut menyatakan aktivitas buzzer diharamkan jika menyebarkan informasi kabar bohong (hoaks), fitnah, perundungan, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis untuk memperoleh keuntungan. Pihak yang mendukung atau memfasilitasi juga diharamkan.

"Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya," bunyi fatwa MUI itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani