Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:49wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Ingat! Ustaz Gondrong Pengganda Uang Bukan Ustaz, Netizen: Jaman Now Asal Pakek Kopiah Udah Dijulukin Ustad 

Rabu, 24-Maret-2021 09:00

Herman biasa disebut Ustaz Gondrong
Foto : Antara
Herman biasa disebut Ustaz Gondrong
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Publik dibikin heboh dengan kasus penipuan bermodus penggandaan uang melalui cara mistis oleh seorang bernama Herman atau dikenal Ustaz Gondrong di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Polisi sudah menangkap pelaku dan menyebutnya bukan ustaz tapi sosok penipu.

Banyak netizen menyoroti soal sebutan “ustaz” bagi Herman. Pasalnya, sering mudah mengaku-ngaku ustaz tapi  tak sebanding kelakuannya. Hal ini seperti tercermin dalam akun FB Mak Lambe Turah, Rabu (24/3/21). 

MLT: Jaman now asal pakek kopiah udah dijulukin ustad."

Rony: “Kayak yg inisial AT itu Mak.”

Edy Peng: “Koyok SUGIK NUR.”

Sebelumnya diberitakan, Kapolresta Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan menjelaskan dari rangkaian pemeriksaan, polisi menemukan niat pelaku melakukan penipuan.

"Karena dia melakukan itu atas dasar untuk meningkatkan jumlah pasien yang berkunjung ke tempatnya. Karena selama ini dia buka praktik berprofesi sebagai tukang pijat kemudian mengobati segala macam penyakit dengan cara-cara mistis atau menggunakan bisa digunakan supranatural ya," kata Hendra dalam Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Rabu, 24 Maret 2021.

Menurut Hendra, pelaku Herman sering menunjukkan dengan caranya menggandakan uang disertai benda-benda mistis kepada pasiennya. Namun, ia menekankan pihaknya belum mendapatkan laporan dari korban terkait kasus penipuan pengandaan uang.

"Sampai saat ini kami belum dapatkan korbannya atau saksi-saksi yang ke arah sana. Kami masih mendalami video viral yang kami dapatkan tanggal 18 Maret yang lalu," ujar Hendra.

Pun, ia menambahkan pelaku selama praktik menjadi tukang pijat selalu berpindah tempat. Dari pengakuan Herman, praktik pijatnya sudah dilakukan selama 20 tahun.

"Tukang pijat ini sudah 20 tahun ya pengakuannya. Dan, dia praktiknya di beberapa tempat, berpindah tempat. Terakhir di tempat ini (Babelan, Bekasi)," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Babelan Kompol Ghulam mengatakan, Herman setelah pemeriksaan diketahui ak punya keahlian untuk menggandakan uang. Pelaku tidak bisa membuktikannya saat diminta polisi.

"Enggak punya keahlian ya," kata Ghulam kepada wartawan, Senin, 22 Maret 2021.

Status Herman saat ini sudah jadi tersangka dan ditahan. Dari pengakuan pelaku, ia baru beberapa kali melakukan praktik penggandaan uang. Tapi, polisi tak mempercayai pengakuannya.

Polisi juga memeriksa beberapa anggota keluarga Herman guna membuktikan yang bersangkutan tidak bisa menggandakan uang. Selain itu, polisi masih mencari ada berapa banyak korban Herman.

"Keterangan dia (Herman) baru beberapa kali, tapi kan enggak bisa dipercaya ya," ujar Ghulam dinukil Viva.co.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto