Netral English Netral Mandarin
14:10wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Usai Tembus 65 Dolar AS/Barel, Harga Minyak Merosot Tertekan Aksi Ambil Untung

Jumat, 19-Februari-2021 08:45

ilustrasi pengeboran minyak mentah.
Foto : pixabay
ilustrasi pengeboran minyak mentah.
12

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun terjadi penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS, karena para pelaku pasar mengambil keuntungan setelah beberapa hari melakukan pembelian didorong oleh cuaca beku di Texas, negara bagian penghasil energi terbesar AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 41 sen atau 0,6 persen, menjadi menetap di 63,93 dolar per barel. Selama sesi, Harga minyak Brent sempat naik menembus 65 dolar AS setinggi 65,52 dolar AS, merupakan harga puncak sejak Januari 2020.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret berkurang 62 sen atau 1,0 persen, menjadi ditutup di 60,52 dolar AS per barel, setelah sebelumnya mencapai puncak 62,26 dolar AS, posisi tertinggi sejak Januari 2020.

Minyak mentah Brent telah naik selama empat sesi berturut-turut sebelum Kamis (18/2/2021), sementara minyak WTI naik selama tiga sesi beruntun.

"Pasar mungkin sedikit lebih maju," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, di Chicago, seperti dikutip Antara dari Reuters.

“Tapi jangan salah, aksi jual minyak ini tidak menyelesaikan masalah-masalah. Masalah-masalah akan terus berlanjut.”

Sebagai informasi, reli harga minyak dalam beberapa bulan terakhir juga telah didukung oleh pengetatan pasokan global, sebagian besar disebabkan oleh pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP