Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:23wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Ungkit Sultan Johor Desak Jaga Tradisi Melayu, Bukan Arab, FH: Saya Anak Suku Asli Indonesia Mendorong Hal yang Sama!

Kamis, 15-April-2021 11:34

Sultan Johor Ibrahim bin Sultan Iskandar
Foto : Antara
Sultan Johor Ibrahim bin Sultan Iskandar
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean mengungkit sikap dan pernyataan Sultan Johor beberapa waktu silam yang mendesak agar Malaysia menjaga tradisi Melayu dan bukan tradisi Arab. 

Sebagai anak suku Nusantara, Ferdinand mengajak agar bangsa Indonesia melakukan hal yang sama dengan seruan Sultan Johor. 

“Saya sebagai Warga Negara Indonesia Asli, anak turunan dari Suku Asli Indonesia, mendorong hal yang sama kepada seluruh Suku2 Asli Nusantara,” kata Ferdinand, Kamis (15/4/21). 

“Mari hidup ditanah warisan leluhur ini dgn budaya mulia leluhur kita. Bukan menjadi budak budaya asing manapun,” kata Ferdinand.

Beberapa tahun silam, Sultan Johor Ibrahim bin Sultan Iskandar mendesak orang Melayu tidak berusaha menjadi seperti orang Arab dan membuang budaya Melayu yang unik.

Sultan Ibrahim mengatakan berpegang pada adat dan tradisi sebagai orang Melayu karena dilahirkan sebagai orang Melayu, sambil mengatakan terganggu bila beberapa orang ingin orang Melayu berhenti mengamalkan ucapan salam tradisional.

"Jika ada sebagian dari Anda ingin menjadi orang Arab dan mengamalkan budaya Arab, dan tidak mau mengikuti adat istiadat Melayu dan tradisi kita, itu terserah Anda. Saya juga akan senang jika Anda tinggal di Arab Saudi," kata Sultan Ibrahim, seperti yang dilansir Straits Times pada 24 Maret 2016. 

"Itu hak Anda, tapi saya percaya ada orang Melayu bangga dengan budaya Melayu. Setidaknya, saya jujur dan tidak munafik dan rakyat Johor tahu siapa raja mereka," kata Sultan Ibrahim, melanjutkan.  

Sebagai contoh, dia mengatakan lebih suka menggunakan istilah Hari Raya daripada Idul Fitri, atau buka puasa dan bukan iftar. 

"Saya menggunakan istilah Melayu ini sejak anak-anak dan berbicara dengan almarhum ayah saya sejak 50 tahun lalu. Saya tidak bermaksud menggantikan istilah-istilah ini dengan istilah Arab," ujarnya.

Sultan Ibrahim juga menegaskan, salah bila menghukum seseorang yang dianggap melanggar ketimbang memberi nasihat terlebih dulu. 

"Allah akan menghukum Anda. Jika Anda ingin menasihati seseorang, panggil lah dia dan berbisik kepadanya, jangan membuat dia malu depan umum," tuturnya seperti dinukil Tempo.co.

Sultan Ibrahim tidak puas terhadap Departemen Pekerjaan Umum (JKR) Batu Pahat karena baru-baru ini memasang pemberitahuan di jalan raya, yang mengingatkan wanita Islam tentang dosa bila tidak menutup rambut. 

"Ini salah. Ini bukan peran mereka. Sejak kapan JKR terlibat dalam hal ini?" ucapnya.

Dia menegaskan, tugas JKR bukan mengurusi soal agama. Tugas utama mereka memastikan jalan dijaga dengan baik bukan khawatir dengan rambut wanita.

Tentang pertemuan baru-baru ini dengan kelompok-kelompok agama di Emirat Arab (UEA), Sultan Ibrahim mengatakan orang Arab semakin terbuka. 

"Mereka semakin terbuka. Sebelumnya, wanita di Arab Saudi tidak diizinkan mengemudi, tapi mereka secara bertahap membenarkannya. Beberapa wanita bahkan bergabung politik," kata Sultan Ibrahim. 

Ia menambahkan, keadaannya sama dengan di Iran.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto