Netral English Netral Mandarin
13:58wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ungkap Nasi Tumpeng hingga Megengan Ramadan, FH: Jangan Sampai Laskar2 Sesat Merusak Budaya Ini

Jumat, 09-April-2021 10:10

Ilustrasi tradisi Megengan
Foto : nu.or.id
Ilustrasi tradisi Megengan
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean menyoroti keragaman budaya Nusantara mulai dari tradisi megengan hingga  nasi tumpeng di daerah Jawa Barat. Ia berharap, budaya itu tidak dirusak oleh laskar-laskar sesat.

“Jangan sampai ada Laskar2 sesat yang merusak budaya ini..!” kata Ferdinand Hutahaean, Jumat (9/4/21). 

Cuitannya tersebut ia sampaikan saat menanggapi keragaman nasi tumpeng yang ada di Jawa Barat.

Sebelumnya ia juga kagumi indahnya budaya Indonesia terkait tradisi Megengan.

“Indahnya Nusantara dengan segala budayanya. Ber Tuhan dan tetap berbudaya,” katanya saat menanggapi akun Berani Tidak Dikenal @whewhe1903 yang mengungkap soal tradisi megengan. 

“Yah, MEGENGAN...adalah tradisi masyarakat Jawa pada umumnya dalam menyambut Ramadhan dengan mengeluarkan sedekah berupa masakan trsdisional.. untuk dimakan bersama.. pada suatu daerah ada yg di ATER2 ke tempat keluarga yg lebih sepuh..dan biasa nya yg di ateri ngasih sangu..,” kata akun @whewhe1903.

Menukil catatan Sismanto HS dalam nu.or.id, dikisahkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk senang, bergembira, dan bersuka cita ketika datangnya bulan Ramadhan. 

Di sebagian daerah Nusantara menggunakan dengan berbagai istilah untuk acara penyambutan bulan Ramadhan, begitu juga di kampung saya menyebutnya dengan istilah "megengan". 

Tradisi megengan atau menahan merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan warga kampung nelayan di Pati Jawa Tengah, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan selama satu tahun. 

Tradisi ini juga sebagai pertanda bahwa jika sebentar lagi akan kedatangan tamu istimewa, Ramadhan. 

Megengan merupakan bukti kerukunan warga masyarakat yang ada dalam menjalin kerukunan dan kerjasama dalam bermasyarakat ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. 

Di kampung saya, kebiasaan warga kampung saat megengan adalah melakukan kegiatan bersih-bersih makam bagi yang laki-laki, bersih-bersih masjid/mushalla serta membersihkan seluruh kampung secara bersama-sama. 

Pada kegiatan ini, para bapak akan saling mengucapkan maaf-maafan dan ucapan gembira menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto