Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:51wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Munarman Mengatur Strategi Kudeta seperti di Suriah? DS: Mereka Hubungi Seorang Habib Berpengaruh Bernama...

Kamis, 22-April-2021 07:35

Munarman
Foto : Terkini.id
Munarman
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kamis 22 April 2021, Denny Siregar kembali melanjutkan analisanya terkait dugaan FPI sebagai organisasi teroris dan memang layak dibubarkan. 

Ia mengunggah lanjutan catatannya berjudul “FPI Organisasi Teroris IV”.

Dalam bagian ini, Denny menjelaskan bagaimana strategi hendak “membakar Indonesia” dan peran Munarman. Ia menyebut Munarman membangun strategi seperti di Suriah. 

Bahkan mereka sudah menghubungi perantara seorang habib bernama Nabil al Jufri.

berikut catatan lengkap Denny Siregar:

FPI ORGANISASI TERORIS IV

Bagian 4 : Mother of Satan

Persiapan membuat bom dilakukan..

Beberapa anggota yang hadir melakukan pembelian bahan lewat online. Husein Hasni dan Zulaimi Agus sendiri survey lokasi. Mereka hadir di sidang Riziek di PN Jakarta Timur. Dari sana mereka memetakan dimana posisi aparat kepolisian yang akan jadi target bom mereka. 

Sementara itu, ditempat yang tidak begitu jauh, intelijen polisi memantau dan memotret gerak gerik mereka. Polisi mendapat beberapa poto mereka di lokasi.

Husein Hasni dan Zulaimi berbagi tugas. Hasni bertugas mengumpulkan dana lewat kotak infak yang diedarkan di pengajian dia. Dana yang terkumpul setiap pengajian 200ribu rupiah. 

Memang pelit si Huseim Hasni ini. Padahal dia termasuk orang kaya di Condet, punya beberapa ruko yang dia sewakan disana, bahkan dia punya showroom mobil. Tapi untuk "dana perjuangan" saja, dia gak mau keluar uang lebih.

Sedangkan Zulaimi mulai merakit bom. Dia mencampur aceton cair dan hcl. Campuran ini kemudian dia taruh di freezer, karena mudah meledak kalau kena panas sedikit saja. 

Pernah karena lalai, campuran bom itu terbakar dan hampir saja meledak. Tapi untungnya api berhasil dipadamkan, sebelum ketahuan oleh tetangga.

Dari campuran bom itu, Zulaimi kemudian membuat dua model bom. Yang satu, ditaruh dalam kaleng. Inilah yang terkuat. Didalam kaleng, campuran bom itu disatukan dengan gotri, atau bola besi. 

Ketika campuran itu meledak, maka bola2 besi itu akan pecah dan menghantam siapapun yang ada didekatnya. Mirip cara kerja granat nanas. Gak akan ada yang selamat. Radius sekian meter manusia yang ada di dekatnya dipastikan mati seketika, dengan badan hancur.

Itulah kenapa bom ini disebut Mother of Satan..

Zulaimi menyiapkan 5 kaleng bom jenis TATP, atau triaceton triperoxide. Ini bom berdaya ledak tinggi. Untuk pemicunya, dia pakai remote jarak jauh. Campuran satu lagi, dia bikin dalam bom-bom pipa. Ada 70 buah bom pipa yang dia buat. Bom-bom pipa ini akan dibagikan ke DPW FPI Jabar dan Jateng. 

Rencana mereka begini...

Mereka akan mengumpulkan sebanyak mungkin massa di halaman luar pengadilan negeri. Dan disana sudah pasti ada polisi. Beberapa bom akan mereka letakkan ditengah massa. 

Ketika satu bom meledak, sudah pasti massa akan rusuh. Dan itu mengundang anggota polisi masuk kedalam kerumunan. Disaat itulah, kumpulan bom akan meledak sehingga banyak polisi yang akan mati ditempat.

Ketika terjadi ledakan di PN Jaktim yang sudah pasti ada korban jiwa, beberapa anggota FPI juga akan meledakkan bom itu dibeberapa tempat. 

Lokasi yang akan mereka ledakkan dengan bom itu diantaranya SPBU kepunyaan Megawati, beberapa pabrik dan toko kepunyaan etnis Tionghoa. Selain itu mereka juga menyasar pipa gas dan pabrik di Sukabumi.

Mereka juga sudah menyiapkan massa "pasukan jihad" dari FPI yang akan membuat kerusuhan begitu ada kebakaran besar. Persis kasus Mei 98. Pasukan FPI di lapangan akan meneriakkan kebencian terhadap etnis Tionghoa, sehingga memicu penjarahan dan perkosaan dimana-mana. 

Dengan banyaknya titik kerusuhan, maka polisi akan sibuk mengamankan banyak tempat, sehingga tidak fokus. Disaat itulah para lone wolf akan beraksi dan mulai menyerang aparat di beberapa tempat yang dalam posisi lemah.

Bisa dibayangkan besarnya kerusuhan yang mereka ciptakan ? Mereka ingin membakar negeri ini. Dan ketika kerusuhan terjadi dimana2, mereka akan kerahkan massa besar seperti waktu 212, untuk mengkudeta pemerintahan. 

Pada situasi seperti itu, akan ada "elit" yang bergerak dan mereka akan melakukan bargaining supaya Riziek dibebaskan..

Lalu dimana peran Munarman? Yah, kita harus curiga saat dia ketemu dengan beberapa orang dari Kedubes Jerman diam2. Ngapain aja mereka? Mau mengatur strategi kudeta kayak di Suriah?

Supaya semua bisa terlaksana, Husein Hasni kemudian menghubungi seorang perantara, anggota FPI yang punya pengaruh bernama Nabil al Jufri. Seorang "habib" lagi.

Ngeri ya ? Besok kita lanjut lagi ceritanya..

Kopinya udah habis pulak... 

Denny Siregar

Hasil Penyelidikan Densus 88

Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah teroris pasca-bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan itu dilakukan di beberapa tempat di antaranya di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Setidaknya ada lima orang yang ditangkap terkait jaringan teroris. Setelah diperiksa polisi, empat teroris itu membuat pengakuan mengejutkan.

Video pengakuan teroris itu diterima detikcom, Sabtu (3/4/2021). Ada empat teroris yang membuat pengakuan. Pertama Ahmad Junaidi, Zulaimi Agus, Wiloso Jati, kemudian Bambang Setiono.

Ahmad Junaidi

Dalam video pengakuannya, Ahmad Junaidi mengaku sebagai simpatisan FPI dan kerap mengikuti pengajian sepulang Habib Rizieq Shihab ke Indonesia beberapa waktu lalu. 

Ahmad Junaidi diamankan tim Densus 88 Antiteror di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Senin (29/3) lalu.

Ahmad Junaidi mengaku rutin mengikuti pengajian yang dipimpin oleh Habib Husein Hasni di Condet, Jaktim, yang juga ditangkap tim Densus 88 Antiteror.

"Saya Ahmad Junaidi salah satu anggota simpatisan FPI, semenjak Habib Rizieq pulang ke Indonesia dan saya juga tergabung di dalam jemaah pengajian di bawah pimpinan Habib Husein Hasni Condet dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota jemaah pengajian," ujar Ahmad Junaidi.

Ahmad Junaidi, seusai pengajian, banyak dibahas tentang keadaan negara yang dikuasai oleh China. Ahmad Junaidi juga mengaku menjemur bahan peledak dari aseton dan HCl di rumahnya.

"Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur serbuk bahan peledak yang dari aseton dan HCl selama 3 hari di rumah, lalu saya serahkan kembali kepada Agus. Setelah itu, saya kumpulkan kembali menjadi 3 stoples dalam bentuk serbuk yang sudah kering. Dan adapun pengajian mengajak kami untuk pergi ke Sukabumi ke Abah Popon untuk pengisian untuk jaga-jaga keamanan diri masing-masing," jelas Ahmad Junaidi.

Zulaimi Agus

Zulaimi Agus ditangkap di Serang Baru, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Senin (29/3). Tim Densus 88 Antiteror menemukan sejumlah bahan peledak di rumah kontrakan Zulaimi. Dia mengaku belajar membuat bom setelah kerusuhan di depan Bawaslu pada 21 Mei 2019.

"Saya belajar membuat TATP atau acetone peroxide sejak pasca-kerusuhan Mei 212 di depan Bawaslu. Sudah mencoba lima kali membuat di bengkel Sinergi Motor Serang Baru, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Saya belajar membuat bahan tersebut dari blog internet dengan cara mengaktifkan VPN," kata Zulaimi Agus.

Zulaimi Agus termotivasi membuat bahan peledak karena mau menegakkan keadilan dengan cara sendiri terhadap tindakan Brimob kepada demonstran 212. 

Dia sendiri mengaku bergabung dengan FPI tahun 2019 wilayah DPC Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sebagai Wakadit Jihad.

"Saya bergabung dengan Majelis Ratib Yasin Waratib diajak oleh Bambang alias Abi dikenalkan Habib Husein, saya mengajarkan cara membuat TATP tersebut kepada Habib Husein, Malik, Noval, Bang Heri, Bang Jun di rumah Habib Husein di garasi," katanya.

Zulaimi Agus kemudian mengajarkan tahapan membuat bahan peledak di hadapan teman-temannya. Namun, dari sekian yang hadir, hanya Habib Husein yang kemudian menanyakan lebih lanjut soal bahan peledak tersebut.

"Setelah saya pulang ke rumah hanya Habib lah yang menelpon saya menanyakan bahannya kesalahannya ada di mana. Pada Februari saya berangkat ke Sukabumi bersama grup jemaah Ratib Yasin Warotib tujuannya minta doa dan isi ilmu kebal, adapun jemaah yang diisi itu saya, Bang Jun, Habib, Malik, Bambang, Bang Jeri, dan Jati," paparnya.

Bambang Setiono

Bambang Setiono punya rencana lebih mengejutkan. Dia mengaku merencanakan penyerangan di SPBU.

Teroris Bambang Setiono mengaku menjadi simpatisan FPI sejak Desember 2020. Dia ditangkap di sebuah mal di Pademangan, Jakarta Utara, pada Senin (29/3/2021).

"Saya Bambang Setiono menjadi simpatisan FPI sejak awal Desember 2020. (Keterlibatan saya) membuat bahan dari black powder dari Zulaimi Agus di Sukabumi. Merencanakan aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas HRS," kata Bambang.

Bambang juga mengetahui pembuatan bahan peledak Zulaimi Agus atas perintah Habib Husein Hasni di Condet, Jaktim. Dia ikut merencanakan aksi pelemparan bom kepada orang Tionghoa.

"Merencanakan aksi penyerangan dengan ketapel dan peluru gotri jika terjadi kerusuhan saat demo. Merencanakan pemberian serbuk HClO3 kepada setiap DPC dan DPW wilayah Bandung melalui Habib Nabil dan wilayah Brebes melalui Habib Hasan," tuturnya.

Bambang juga mengaku mengetahui rencana penyerangan Habib Husein Hasni kepada anggota kepolisian. Dia mengaku sudah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di Cibadak, Sukabumi, tempat Ahmad Dimiati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaedi, Ipul, Noval, Malik, Habib Al Jufri, Asep Komara, Angga Putra, untuk mengisi ilmu kebal dan kebatinan.

"Mengetahui penunjukan sebagai tim eksekutor untuk penyerangan menggunakan bom lempar kepada anggota kepolisian, bersama Jeri, Ahmad Junaedi, Malik, Jati, Noval, Ipul, laskar FPI," sambungnya.

Wiloso Jati

Sementara itu, Wiloso Jati mengaku sebagai laskar FPI DPC Jagakarsa pada 2019. Wiloso Jati bergabung dengan Habib Husein Hasni pasca-penangkapan Habib Rizieq Shihab dan pembubaran FPI.

"Saya pernah ditawari sebagai eksekutor untuk melemparkan bom molotov oleh Bambang Setiono. Kemudian juga pernah sedikit belajar untuk cara pembuatan bom dari Zulaimi Agus. Habib juga pernah memerintahkan kepada anggota mengisi ilmu kebal di Sukabumi di tempat Haji Popon sebagai pembekalan untuk persiapan aksi," kata Wiloso Jati seperti dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto