Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:26wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Siapa GAR ITB? Ulil: Banyak Hal Saya Berseberangan dengan Pak Din tapi Menuduh Radikal Jelas Blunder

Sabtu, 13-Februari-2021 12:10

Ulil sebut Banyak Hal Saya Berseberangan dengan Pak Din tapi Menuduh Radikal Jelas Blunder Besar
Foto : Suara.com
Ulil sebut Banyak Hal Saya Berseberangan dengan Pak Din tapi Menuduh Radikal Jelas Blunder Besar
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosial media ramai gunjingkan Din Syamsuddin yang dituduh sebagai tokoh pendukung radikalisme. Ulil Abshar-Abdalla pun angkat bicara.

"Siapa sih sosok2 di balik GAR ITB yg menuduh Pak Din Syamsuddin sebagai tokoh radikal ini? Meskipun dalam banyak hal saya berseberangan pandangan dg Pak Din, tetapi menuduhnya radikal jelas blunder besar. Mereka yg nuduh ini jelas ndak paham rekam jejak pemikiran/kiprah Pak Din," kata Ulil, Sabtu (13/2/21).

Tak lama kemudian ia juga mencuit bahwa ia setuju radikalisme agama adalah tantangan yg serius namun tidak boleh dijadikan alat politik.

"Sangat disayangkan bhw label "radikal" ini sekarang ini dengan mudah dipakai sebagai alat "pembungkam" (muzzling mechanism) terhadap sosok2 yg dipandang berseberangan dg pemerintah. Saya setuju: radikalisme agama adalah tantangan yg serius. Tapi bukan dijadikan alat politik," tegas Ulil.

Sebelumnya juga diberitakan, Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin mengatakan, tuduhan radikalisme terhadap Din Syamsuddin merupakan hal yang mengada-ngada.

Menurutnya, laporan yang dilayangan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) itu, juga bisa memicu kemarahan warga Muhammadiyah secara keseluruhan.

"Menuduh Pak Din sebagai tokoh radikal sama dengan membuat ketersinggungan dan kemarahan warga Muhammadiyah," ujar dia seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (12/2).

Karenanya, ia meminta supaya GAR ITB bisa mencabut laporan terhadap Din Syamsuddin. Razikin juga menuntut agar mereka bisa meminta maaf atas tuduhan yang tidak berdasar itu.  "Kami akan memberikan kesempatan kepada GAR ITB sebelum kami mengambil langkah-langkah hukum," ucap Razikin.

Dia menilai, upaya pelaporan GAR ITB sangat mencederai Muhammadiyah. Terlebih, mengingat Din Syamsuddin yang sempat menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015. Din juga pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

"Jadi, saya peringatkan kepada GAR ITB, kalian jangan coba-coba ganggu Prof Din," tambahnya.

Razikin menegaskan, jika GAR ITB memang berniat menyingkirkan Din dari wali amanat ITB, sebaiknya bisa menempuh jalan yang benar. Alih-alih dari menuduh Din Syamsuddin sebagai tokoh radikal yang hanya membesarkan masalah mereka.

Selain radikalisme, GAR ITB melaporkan Din ke KASN berkenaan dengan pelanggaran kode etik dan perilaku. Awalnya, pelaporan tersebut dilayangkan ke KASN melalui email dan surat pada Oktober 2020. Kemudian, pengurus GAR ITB mendatangi langsung KASN dengan membuat laporan sikap Din yang dianggap mengeksploitasi sentimen agama.

Selama ini, Din memang kerap melontarkan kritik tajam ke pemerintah. Din merupakan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bersama eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Noermantyo dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Prof Rochmat Wahab.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto