Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:14wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
UI  Kehilangan Prof Firmanzah, Ini Sepak Terjang Almarhum

Sabtu, 06-Februari-2021 14:45

Prof Firmanzah tutup usia.
Foto : Edunews
Prof Firmanzah tutup usia.
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Wafatnya Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEBUI) Prof Firmanzah meninggalkan duka yang mendalam bagi para kolega di Universitas Indonesia (UI).

Rekan dekat almarhum sesama dosen di FEB UI Doktor Rizal E Halim merasa sangat terpukul dengan kepergian Prof Firmanzah yang dikenalnya sebagai sosok intelektual muda yang rendah hati dan bersahaja.

Beliau, kata dia, salah satu putera terbaik bangsa ini. "Sosok yang cerdas, santun, rendah hati dan kaya wawasan. Beliau guru sekaligus sahabat baik saya dalam keadaan suka maupun duka," katanya.

Almarhum merupakan Dekan termuda di FEB UI di usia 32 tahun dan menjadi Guru Besar FEB UI yang termuda pada usia 33 tahun.

Devie Rahmawati yang menjadi kolega almarhum di Humas UI pada tahun 2008 mengenal sosok Prof Firmanzah sebagai sosok intelektual muda yang secara personal dan profesional telah menunjukkan keanggunan sekaligus kekuatan dari kecerdasan yang dibalut kebersahajaan.

"Beliau meraih gelar guru besar yang termuda,”ujar Devie.

Sebuah pencapaian yang menjadi inspirasi banyak ilmuwan muda Indonesia. "Tidak hanya itu Mas Fiz, kami biasa memanggilnya, juga mampu menduduki posisi manajerial sebagai dekan di usia yang juga sangat muda," kata Devie lagi.

"Secara personal beliau ialah sosok yang tidak pernah lelah untuk belajar," ujarnya.

 Devie menilai almarhum Prof Firmanzah selalu menunjukkan kerendahan hati dengan segala prestasi dan pencapaiannya. Tidak hanya itu, beliau juga mampu menunjukkan penghormatan kepada para kawan, kolega, rekan kerja, dan media.

"Secara profesional juga telah membukakan jalan optismisme bagi kaum muda civitas akademika untuk bisa menorehkan jejak keberhasilan di berbagai sektor," tutur Devie.

Prof Firmanzah menjadi panutan nyata lewat karya karya buku dan ilmiahnya, bagi kaum muda untuk terus melahirkan pemikiran dan program yang positif. "Beliau juga aktif memberikan masukan kepada negara sebagai staf khusus di masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ungkap Devie.

Prof Firmanzah SE, MM, M Phil, PhD, lahir pada 7 Juli 1976. Terakhir beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina dan pernah menjabat sebagai Dekan termuda di Fakultas Ekonomi & Bisnis UI di usia 32 tahun (2009-2012).

Sebelum menjadi Dekan, beliau telah lebih dahulu menjabat sebagai Wakil Kepala Program Pascasarjana Ilmu Manajemen FEUI. Kemudian, menjadi Kepala Kantor Komunikasi UI pada periode 2008-2009. Beliau juga menjadi guru besar termuda di usia 33 tahun.

Pria kelahiran Kota Pahlawan, Surabaya ini, tidak hanya juga seorang pengajar di Tanah Air, tetapi juga menjadi visiting professor di beberapa universitas di luar negeri seperti  Universite de Science et Technologie de Lille I, Universite de Pau et des Pays de l’adour, dan Universite de Grenoble II, University of Nanchang, China, Amos Tuck Business School, USA.

Selain menekuni keilmuan manajemen, Prof Fiz juga kerap memperhatikan dan menulis tentang fenomena sosial politik yang berkembang di masyarakat. Beberapa karya monumental beliau yang dinikmati oleh para mahasiswa di seluruh nusantara ialah Marketing Politik.

Dilansir Antara, buku-buku tersebut antara lain Pemahaman dan Realitas (2007), Globalisasi : Sebuah Proses Dialektika Sistemik, Mengelola Partai Politik (2007): Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era Demokrasi (2008)

Almarhum ialah sosok paripurna yang menorehkan kenangan mendalam. Selamat jalan Prof Fiz, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisiNya.

Semoga amal dan ilmu yang ditinggalkan akan terus mengalirkan pahala dan teladan bagi generasi yang ditinggalkan.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani