Netral English Netral Mandarin
13:36wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
TZ Sindir Kerumunan Jokowi di NTT: Semua Seolah Buta, Tidak Punya Malu?

Rabu, 24-Februari-2021 21:00

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Pinterest
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain sindir kerumunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin, Selasa (23/2/2021).

Tengku Zulkarnain secara tersirat membandingkan kasus Jokowi dengan kasus yang menimpa Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).  

Dia sebut, ada satu orang ditangkap tanpa ampun karena kerumunan.

Satu Orang lagi menyebabkan kerumunan, tapi semua seolah-olah buta, tidak melihat dan tidak ada tindakan apapun.

"Malu melihat ini semua.

Apakah mereka tidak punya malu?

Terus kemana para pejuang kebenaran? Bungkam semua?

Oh..," ujar Tengku Zulkarnain, dikutip dari cuitannya, Rabu (24/2/2021).

Tidak hanya itu, Tengku Zulkarnain juga membagikan sebuah tautan media sosial. Tautan tersebut mengunggah sebuah video singkat Presiden Jokowi yang sedang menaiki mobil dan dikepung oleh masyarakat saat di NTT.

"Betapa cintanya masyarakat kepada nya...," ujar Tengku Zulkarnain. 

Dia pertanyakan, mengapa kerumunan tersebut tidak sama dengan kerumunan yang lain. Dia coba memahami bahwa kerumunan yabg satu direncanakan dan yang satu spontanitas. Jadi kerumunan yang satu terencana dan yang satu tidak terencana.

"Kalau tdk terencana bukan kerumunan?

Dan yg ditangkap hanya yg buat kerumunan TERENCANA?

Ckckck...

Berarti RENCANA, ya...

Hehe," kata dia," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli