Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:50wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Sindir JKW Boneka Megawati? TZ: Menutupi Ambisinya Pakai Tangan Orang Lain, Tak Tahu Malu

Jumat, 19-Februari-2021 10:07

Sindir JKW Boneka Megawati? Tengku Zul sebut Menutupi Ambisinya Pakai Tangan Orang Lain, Tak Tahu Malu
Foto : Istimewa
Sindir JKW Boneka Megawati? Tengku Zul sebut Menutupi Ambisinya Pakai Tangan Orang Lain, Tak Tahu Malu
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain menyampaikan pernyataan menggelitik terkait kepemimpinan seseorang yang ia sebut memakai tangan orang lain untuk menutupi ambisinya. 

"Orang yang sudah gagal bekerja tapi malah minta tambah masa kerja adalah orang yg serakah tapi tidak tahu malu dan tidak sadar diri. Untuk menutupi ambisinya pakai tangan orang lain pula seolah olah dia tidak ambisi," kata Zul, Jumat (19/2/21).

"Hehe... Ngerinya sikap ambisi dan tidak tahu malu. Ya, kan...?" imbuh Zul.

Zul tidak menyebut siapa yang dimaksud. Namun, banyak netizen menanggapi sindiran tersebut ditujukan pada Joko Widodo dan Megawati. 

Eantah mengapa, relasi Megawati dan Jokowi masih sering dinilai seolah Jokowi adalah boneka Megawati.Padahal, hal itu pernah disanggah oleh Megawati.  Namun, netizen hingga kini masih ada yang berpendapat demikin.

Oky Arief: "Laa wong cuman JONGOS kok tadz, wes pokoke manut MADAM"

Harry Sugiarto: "Hanya seonggok Boneka.....bisa apa dia...??"

Cauak: "Belum puas nambah hutang Pak Ustad."

Keripik Pedas: "orang jantan mengundurkan diri bila dirinya sudah merasa tidak mampu terima amanah." 

Tahun lalu, mengenai relasi dengan Jokowi, Megawati pernah menjelaskan kepada publik.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, menceritakan pengalamannya saat memutuskan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden.

Mega mengatakan, pilihannya kepada Jokowi bukan karena alasan pragmatis, tetapi karena dirinya memilih dengan hati yang bersih.

"Saya sendiri mikir apa karena dulu saya dapat membuktikan bahwa Insya Allah pilihan saya karena saya mencarinya dengan hati yang bersih, bukan secara pragmatis. Melihat kok Pak Jokowi, kalau dipikir kan dulu siapa Jokowi?" kata Mega ketika memberikan pengarahan kepada pasangan calon Pilkada 2020 usungan PDI-P, Rabu (2/9/2020).

Ia pun menegaskan tidak sembarangan memberikan rekomendasi kepada seseorang sebagai calon pemimpin daerah. Mega menuturkan, dirinya mencari calon pemimpin yang mampu membawa cita-cita bangsa.

"Ya itulah yang saya katakan, saya tidak akan sembarangan mencari orang, karen bukan demi Pak Jokowi seperti sekarang. Demi pemimpin bangsa ini dapat membawa arah perjuangan bangsa dan negara Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, PDI-P mencari sosok calon pemimpin yang betul-betul mau bekerja untuk rakyat. Mega meminta para bakal paslon mengingat bahwa partai politik merupakan alat perjuangan demi kepentingan rakyat.

"PDI Perjuangan benar-benar berupaya untuk mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar dapat bekerja dengan baik bagi kepentingan rakyat," tuturnya.

"Karena kami sebagai partai politik kalau di dalam persoalan pemerintahan, kita ini hanya sebagai alat perjuangan untuk bisa mencapai cita-cita proklamasi kemerdekaan. Itu jangan dilupakan," tegas Mega seperti dinukil Kompas.com

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto