Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:15wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Turuti Ibu, Agustiawan Lolos dari Maut, Netizen: Kalo Tua Nanti, Ga Akan Maksa Anak Pulang

Senin, 11-January-2021 09:50

Ilustrasi, Turuti Ibu,Agustiawan Lolos dari Maut, Netizen: Kalo Tua Nanti, Ga Akan Maksa Anak Pulang
Foto : CNN Indonesia
Ilustrasi, Turuti Ibu,Agustiawan Lolos dari Maut, Netizen: Kalo Tua Nanti, Ga Akan Maksa Anak Pulang
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Agustiawan, seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta ini mengaku sempat akan membeli tiket pesawat Sriwijaya SJ-182 dan pulang ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk menjenguk ibunya yang tengah sakit.

“Jumat kemarin ibu saya mengabarkan, ia sakit. Sabtu pagi saya sudah buka Traveloka untuk kembali ke Pontianak, dengan maskapai Sriwijaya karena tiket murah,” kata Agustiawan seperti dinukil Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

Berita tersebut mendapat banyak sorotan warganet di sosial media. Senin (11/1/21), akun Mak Lambe Turah ikut membagikan tautan dengan mencuit kocak, "Itu dia, Mak juga begitu...kalo tua nanti sakit dan anak jauh ga akan memaksa anak untuk pulang."

"Ya walo memang nelangsa banget, tp ga mau nyusain anak kalo tua nanti, orangnya ga datang gapa2, yg penting duitnya datang (emoticon tertawa). Ya lepas dari yang namanya takdir, semua sudah tertulis...," imbuh MLT.

Baca Juga :

Cuitan MLT mendapat banyak komentar.

Yehwa BaiQian: "anak baik dia, nurut sama mak nya."

Susan: "Ada jalan nya,,masih di beri umur panjang ,,,yg penting do it nya datang ya mak , wkwkwkkkkkk."

Sebelumnya diberitakan, karena sang ibu sendiri yang melarangnya untuk pulang, Agustiawan terbebas dari maut. Menurut Agus, dia diminta ibunya tetap fokus ujian akhir semester (UAS).

“Ibu bilang, dia baik-baik saja, jadi tidak usah pulang dulu. Ibu cemas jika saya pulang. Pesannya, saya fokus ujian akhir semester saja,” ujar Agus.

Karena masih khawatir dengan kondisi ibunya, awalnya Agus sempat tetap nekat pulang. Dia pun segera mengemasi barang-barang dan memberitahu teman dan kerabatnya di Kalbar.

“Tapi niat itu, lagi-lagi saya urungkan. Walau saya mengkhawatirkan kondisi kesehatan ibu, sebagai anak saya harus nurut sama orangtua,” ucap Agus.

Makanya, setelah muncul kabar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, Agus mendapat banyak panggilan telepon.

“Banyak yang nelepon. Mereka bimbang, dipikir saya jadi pulang dengan pesawat itu,” ungkap Agus.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) menerangkan, proses identifikasi data keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB, sudah hampir rampung.

Pesawat itu mengangkut penumpang sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Menurut dia, hampir semua penumpang tersebut merupakan warga Kalbar. Untuk itu, tim petugas telah menyiagakan sejumlah psikolog di posko crisis center, untuk memberikan pelayanan yang nyaman agar beban psikologis keluarga korban sedikit berkurang.

“Hampir semua kan warga Kalbar. Kalau saya lihat datanya itu mungkin semuanya warga Kalbar,” kata Midji.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang kontak. Kabar itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

"Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB," kata Adita kepada Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Adita mengatakan, saat ini masih berjalan proses investigasi dan pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto