Netral English Netral Mandarin
04:30wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Tuduh Novel Sebar Hoax dan Fitnah ke Polri, DT: Novel Jangan Merasa Dirinya Paling Bersih

Kamis, 11-Februari-2021 21:20

Politisi PDIP Dewi Tanjung.
Foto : Twitter
Politisi PDIP Dewi Tanjung.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Partai PDI Perjuangan Dewi Tanjung masih menargetkan Novel Baswedan sebagai sasaran kritik dan nyinyirannya di media sosial. Berawal dari cuitan Novel soal kematian Ustad Maher di rutan Bareskrim Mabes Polri, Novel yang menyebut polisi jangan bertindak keterlaluan kemudian balik diserang oleh netizen dan buzzer.

Menurut Dewi, Novel merasa dirinya paling bersih, padahal ia bukanlah orang yang tanpa kesalahan dan punya rekam jejak kelam saat masih menjadi polisi, salah satunya soal kasus penembakan tersangka pencurian sarang burung walet sampai mati.

“Novel Baswedan serasa dirinya paling bersih

Apa kabarnya Rekayasa Saksi dan memaksa memenjarakan orang walau bukti dan saksi tidak terpenuhi.

Selama ada si Novel Baswedan di KPK maka selama itu pula KPK tidak akan bekerja secara profesional.

Contoh kasus dana siluman di DKI,” tulis Dewi di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya, Dewi juga mengaku ingin melaporkan Novel atas Hoax dan fitnah yang dituduhkan ke Insititusi kepolisian atas kematian ustad Maher.

“Nyai Mau Melaporkan Novel Baswedan atas Hoax dan Fitnah yg di tuduhkan ke institusi kepolisian.

Manusia ini harus dapat membuktikan ucapannya atas meninggalnya Maher,” ujar Dewi.

Selain akan dilaporkan Dewi, Novel ternyata sudah lebih dulu dilaporkan oleh DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibnas (PPMK) ke Bareskrim Mabes Polri dan Dewan Pengawas KPK.

Novel Baswedan dilaporkan karena diduga menyebarkan hoaks, provokasi dan mendiskreditkan institusi Polri.

Wakil Ketua Umum DPP PPMK Joko Priyoski mengatakan, pelaporan bermula dari cuitan Novel melalui akun Twitter @nazaqistha pada 9 Februari 2021. Dalam cuitannya tersebut, Novel mengomentari soal meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Dalam cuitannya, Novel mempertanyakan soal kondisi Maaher yang tetap ditahan polisi padahal tengah dalam kondisi sakit. Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak keterlaluan.

"DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) besok Kamis akan menyampaikan laporan dan pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri terkait ujaran berita bohong Novel Baswedan di cuitan twitter @nazaqistha yang telah menyebarkan hoaks, provokasi dan mendiskreditkan institusi Polri sebagai aparat penegak hukum," kata Joko seperti dilansir dari suara.com, Rabu (10/2/2021) malam.

Joko juga menilai kalau cuitan Novel itu memprovokasi publik dengan ujaran hoaks dan provokasi. Dalam pelaporannya nanti, Joko bakal membawa barang bukti berupa cetakan potongan cuitan Twitter Novel.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani