Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:07wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tuding Jadi Provokator Kasus 4 Nakes, TZ: Saya Justru Melakukan Hal Terpuji Karena Mendukung Orang Selesaikan Lewat Jalur Hukum

Kamis, 25-Februari-2021 12:45

Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
Foto : PA 212 TV
Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tokoh oposisi Tengku Zulkarnain kembali berseteru dengan Denny Siregar di media sosial. Keduanya terlibat adu argumen dan saling sindir saat membicarakan kasus empat tenaga kesehatan di Pematang Siantar yang dilaporkan ke polisi karena memandikan jenazah wanita.

Denny menuduh Tengku Zul sebagai provokator, sementara sang ulama sendiri membantahnya dengan alasan bahwa dirinya justru melakukan hal terpuji karena sudah mendukung orang menyelesaikan masalahnya lewat jalur hukum.

“Hei @Dennysiregar7 mendukung orang selesaikan masalah lewat jalur hukum itu terpuji, bukan provokator. Kurangi makan micin biar otak sehat. Okay?” tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (25/2/2021).

Sebelumnya, seperti diberitakan netralnews.com, Denny Siregar kesal dengan pernyataan Tengku Zulkarnain yang menurutnya menjadi provokator dalam kasus 4 nakes yang dituduh telah melakukan penistaan agama.

"Ohh... Ada doi juga rupanya dibalik masalah nakes di Pematang Siantar. Yayaya.. aku mulai mengerti," kata Denny sambil mengunggah video pernyataan Tengku Zulkarnain, Rabu (24/2/21).

Mantan Wasekjen MUI itu juga ikut menyoroti kasus empat nakes di Pematang Siantar ini. Ia mengatakan, para tenaga kesehatan laki-laki yang memandikan jenazah perempuan, sebanyak 4 orang, dua di antaranya non muslim. Diketahui, jenazah yang dimandikan bernama Zakiah (50) warga Kabupaten Simalungun.

Tengku Zulkarnain membeberkan, pasien tersebut bukan pasien Covid-19. Sebab korban Covid-19 tidak wajib dimandikan. Para nakes ini juga mengusir suami almarhum. Tengku Zul berharap Eko Kuntadhi dan rekan-rekannya agar tidak ikut campur jika tidak tahu detail permasalahannya

“Yang wafat di Siantar itu bukan pasien Covid 19, korban Covid tidak dimandikan. Pihak keluarga sudah bersedia menyediakan pemandi wanita tapi ditolak dan suaminya diusir dengan kasar. Eko Kuntadi jika tidak tahu masalah tidak usah ikut campur. Ente tidak tahu hukum agama dan hukum negara,” kata Tengku Zulkarnain.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani