Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:46wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Transaksi Saham Diprediksi Lampaui Rp15 Triliun per Hari, Ini Faktor Pendukungnya

Jumat, 05-Maret-2021 17:45

Gedung Bursa Efek Indonesia
Foto : Istimewa
Gedung Bursa Efek Indonesia
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai transaksi pasar saham di sepanjang Maret 2021 diprediksi akan melampaui rata-rata harian bulan lalu yang sebesar Rp15 triliun per hari.

Ada tiga faktor yang membuat pasar lebih atraktif sehingga akan memancing minat investor pasar modal bertransaksi.

“Kami menilai pasar saham juga akan ramai pada Maret karena faktor data ekonomi dan kebijakan akomodatif yang diambil pemerintah, musim publikasi laporan keuangan 2020, dan aksi korporasi beberapa emiten,” ujar Roger MM, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Ia menjelaskan, rilis data ekonomi Indonesia yang memperlihatkan minimnya perbaikan (PMI dan inflasi) disikapi dengan penerbitan kebijakan akomodatif pemerintah di beberapa industri. 

Beberapa kebijakan akomodatif tersebut adalah pemangkasan suku bunga acuan 70days reverse repo rate atau 7DRRR menjadi 3,5%. Kemudian, kebijakan PPnBM 0% untuk mobil 1.500 cc, uang muka (DP) rumah 0%, dan pembebasan PPN rumah di bawah Rp 2 miliar guna mendorong pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang ditargetkan di 4,3% hingga 5,3%.

Roger mengatakan, faktor pendukung selanjutnya adalah publikasi laporan keuangan pada bulan ini. Mirae Asset Sekuritas mencatat ada beberapa sektor yang diprediksi mencatatkan laba lebih baik secara tahunan maupun kuartalan.

"Sektor tersebut adalah sektor bahan baku (seperti ANTM, INCO, TINS, dan MDKA), sektor barang konsumsi primer (seperti AALI, LSIP, SSMS, CPIN, JPFA, dan MAIN), sektor Energi (seperti ADRO, PTBA, ITMG, MEDC dan ENRG), dan sektor kesehatan (seperti MIKA, HEAL, KLBF, dan SIDO)," ujarnya. 

Bahkan, kata Roger, beberapa dari emiten tersebut di atas sudah merilis laporan keuangan tahun buku 2020 seperti AALI, LSIP, JPFA, ITMG, INCO, dan SIDO.

Ia melanjutkan lagi, musim publikasi laporan keuangan juga disusul oleh aksi korporasi beberapa emiten, termasuk RUPS, dividen, right issue, dan stock split

Untuk dividen, diperkirakan ada beberapa emiten yang diprediksi memberikan dividen per lembar saham dengan cukup tinggi, salah satunya PTBA.

Sementara, dari aksi right issue, sekurangnya ada empat emiten yang siap menggelar aksi penambahan modal tersebut yaitu FREN, CENT, ENRG, ARTO, dan SAME. Aksi korporasi lain yang rencananya digelar pada “bulan tiga” adalah stock split yang akan di lakukan oleh emiten ERAA.

“Sehingga, asal tidak ada aral melintang, ketiga faktor utama tersebut diprediksi akan membuat nilai transaksi bursa pada Maret dapat lebih ramai daripada Februari, yang rata-rata per harinya mencapai sekitar Rp 15 trilun,” kata Roger.

Selain itu, Simon Gunawan, Business Innovation Mirae Asset Sekuritas, menilai ramainya transaksi di pasar saham juga akan disumbangkan oleh perkembangan transaksi efek lain, salah satunya adalah reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF). 

Penilaian Simon itu didasari meroketnya pertumbuhan pasar ETF dalam 4 tahun terakhir, di mana jumlah produk tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat dari 10 produk menjadi 45 produk pada akhir tahun lalu.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP