Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:50wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Bagaimanakah Pemprov DKI Tanggapi Tragedi Perempuan Muda Milenial, DO dari Kampus lalu Jadi Teroris?

Kamis, 01-April-2021 23:00

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Foto : Istimewa
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jalan hidup yang dipilih Zakiah Aini (25) benar-benar merupakan tragedi. Sosok perempuan muda milenial yang tak selesaikan kuliahnya (DO) lalu mendadak menjadi pelaku teror di Mabes Polri benar-benar menyita perhatian publik.    

Terhadap tragedi tersebut, bagaimanakah tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria?

Kepada awak media, Riza mengatakan bahwa Pemprov DKI mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Mabes Polri, Jakarta serta akan melakukan upaya pencegahan secara ekstra di kantor-kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta.

"Kami atas nama Pemprov mengutuk keras aksi penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal di Mabes Polri," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu 31 April 2021.

"Kemudian tentu kami akan melakukan upaya-upaya internal sampai tingkat kelurahan, kami sudah membuat edaran agar  melakukan upaya-upaya pencegahan ekstra dalam pemeriksaan di pintu masuk," kata Riza.

Lebih lanjut, kata Riza, Pemprov DKI mendukung langkah-langkah aparat keamanan untuk menindak tegas berbagai tindakan teror di Ibu Kota oleh Kapolri dan jajaran untuk melakukan tindakan progresif memberantas terorisme di Indonesia khusus di Jakarta.

"Kita mendukung penuh aparat khususnya Pak Kapolri dan jajaran untuk melakukan langkah-langkah progresif dalam rangka penangkapan dan penuntasan kasus-kasus terorisme dan kasus-kasus kekerasan lainnya," tutur dia.

Riza juga minta partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi kepada jajaran Pemprov atau aparat terdekat jika ada tindakan-tindakan masyarakat tertentu yang mengarah pada aksi-aksi terorisme. Pemprov DKI, kata dia, juga akan segera merumuskan gerakan bersama untuk mencegah anak-anak muda terpapar radikalisma dan terorisme.

"Kita akan rumuskan bersama agar anak-anak kita yang masih milenial terhindar dari berbagai rujukan provokasi dan ajaran-ajaran yang tidak baik seperti kejadian di Sulsel, kita akan rumuskan bersama agar anak-anak kita, adik-adik kita tidak terpengaruh dengan bujukan yang menghasut melakukan aksi bunuh diri," ucap Riza.

Diketahui sebelumnya, seorang perempuan berinisial ZA nekat menyusup dan menyerang Mabes Polri seorang diri pada Rabu (31/3) sore. Dia membawa senjata yang diduga airgun (kemungkinan merek crossline).

Seperti diberitakan, ZA adalah anak ketiga pasangan MA dan S. Dia tercatat lahir di Jakarta pada 1995 dan beralamat di Ciracas, Jakarta Timur. ZA berstatus pelajar/ mahasiswa dan belum menikah. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian dan ibunya tukang jahit.

Namun belum jelas apakah ia berafilisi dengan kelompok teroris tertentu atau hanya bekerja sendiri (lonewolf). ZA ditembak mati di halaman depan Gedung Utama Mabes Polri (gedung sisi Barat) atau hanya 100 meter dari ruang Kapolri, Rabu petang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto