Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:14wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Tradisi Unik Bulan Ramadhan di Beberapa Negara, Ada yang Mirip Perayaan Halloween

Rabu, 14-April-2021 20:40

Tradisi hal al laila dengan mengunjungi rumah sebelum puasa untuk meminta permen atau kacang dilakukan anak-anak di Uni Emirat Arab.
Foto : rehlat.com
Tradisi hal al laila dengan mengunjungi rumah sebelum puasa untuk meminta permen atau kacang dilakukan anak-anak di Uni Emirat Arab.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tradisi nyekar atau juga dikenal dengan istilah padusan kerap dilakukan di penjuru Indonesia menjelang datangnya bulan Ramadan. 

Namun, tahukah Anda bahwa di belahan dunia lain, yang juga menjalankan ibadah puasa, ada tradisi yang juga dilakukan dan tak kalah meriah dibanding di negara kita. 

Berikut tujuh tradisi Ramadan yang meriah di penjuru dunia dilansir dari berbagai sumber:

1. Maan Kykers

Orang-orang di Afrika Selatan punya tradisi khusus untuk melihat akhir bulan Ramadan yang biasanya ditandai dengan penampakan bulan sabit pertama. Meskipun ini dipraktikkan di seluruh dunia, keunikan tradisi ini di Afrika Selatan diilustrasikan oleh maan kykers, bahasa Afrika yang berarti pengamat bulan.

Muslim dari seluruh Afrika Selatan menghadiri acara di Cape Town untuk memandangi munculnya bulan baru.

Tetapi hanya para maan kykers, yang ditunjuk oleh Dewan Yudisial Muslim Afrika Selatan, yang dapat mengumumkan penampakan bulan secara resmi.

Bulan harus dilihat dengan mata telanjang, dan pada malam yang cerah di Cape Town.

Maan kykers akan berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay atau bahkan di puncak Signal Hill.

Tidak ada pemandangan yang lebih indah dari momen ini, terutama saat maan kykers mengumumkan hari Lebaran secara resmi.

2. Haq Al Laila

Mirip tradisi trick-or-treat saat Halloween di dunia Barat, tradisi mengunjungi rumah untuk meminta permen atau kacang juga dilakukan anak-anak di Uni Emirat Arab.

Tradisi yang dinamakan haq al laila ini dilakukan sebulan sebelum Ramadan tiba, tepatnya tanggal 15.

Dengan mengenakan baju berwarna cerah dan menyanyikan lagu-lagu Islami, anak-anak akan mendatangi rumah tetangganya sambil membawa keranjang kayu (kharyta) untuk meminta permen atau kacang.

2. Mesaharaty

Selain puasa, sahur juga menjadi salah satu tantangan dalam bulan Ramadan. Tidak sedikit orang yang melewati sesi makan sebelum Imsak itu karena terlelap tidur.

Sama seperti di Indonesia, ada juga tradisi membangunkan orang saat sahur di negara-negara Arab dan Afrika. Petugasnya disebut mesaharaty atau pemanggil malam.

Berbekal gendang kulit yang ditabuh lembut, mesaharaty akan berkeliling kawasan pemukiman untuk membangunkan orang.

Di negara-negara seperti Arab Saudi, Yaman dan Mesir, hal ini masih umum dilakukan di desa-desa, di mana 'Al Tabbeil' atau pemain drum memanggil nama-nama keluarga di rumah yang dilewatinya.

Mereka tidak menuntut bayaran, tetapi orang-orang biasanya memperlakukan para pekerja yang tak kenal lelah ini dengan hadiah di akhir Ramadan.

3. Chaand Raat

Pada malam terakhir Ramadan, kaum wanita di India bakal berkumpul di teras masjid untuk melukis tangannya dengan tinta alami atau henna. Tradisi ini disebut chaand raat.

Di siang harinya, mereka ramai-ramai ke pasar tradisional untuk berbelanja sembako, perhiasan, sekaligus henna.

Tradisi ini dilakukan usai berbuka puasa dan salat Tarawih.

Selain di India, tradisi chaand raat juga dilakukan di Pakistan dan Bangladesh.

4. Midfa Al Iftar

Masih sama seperti yang dilakukan di Indonesia, terdapat juga tradisi menembakan meriam untuk menandai waktu berbuka puasa.

Midfa Al Iftar menjadi tradisi yang biasa dilakukan jauh sebelum teknologi alarm diciptakan. Tradisi ini pertama kali dilakukan di Mesir. 

5. Mheibes

Pada dini hari, setelah buka puasa, warga Irak berkumpul untuk bermain permainan tradisional bernama mheibes.

Sebagian besar dimainkan oleh pria selama Ramadan, permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain, yang semuanya bergiliran menyembunyikan mihbes, atau cincin.

Mheibes dimulai dengan pemimpin tim memegang cincin, tangannya terbungkus selimut.

Anggota lain harus duduk dengan tangan mengepal, saat pemimpin menyerahkan ring ke salah satu pemain lain secara diam-diam.

Dalam momen pertukaran yang mendebarkan, lawan mereka harus menentukan siapa di antara lusinan pria yang menyembunyikan cincin itu hanya melalui bahasa tubuh.

Meskipun asal muasal permainan ini tidak diketahui, namun permainan ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam.

Beberapa dekade yang lalu, pemerintah Irak akan menyelenggarakan permainan berskala komunitas, diikuti ratusan peserta dan menjadi ajang reuni antara desa.

Saat perang terjadi, tradisi ini sempat terhenti. Namun kini mheibes telah kembali.

6. Fanous

Tradisi Ramadan yang unik lainnya yang diyakini berasal dari Mesir adalah pemasangan lampu dengan kap berwarna cerah.

Lentera, yang disebut fanous atau fawanees, telah menjadi simbol Ramadan.

Terbuat dari logam dan kaca, lampion ini hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Hingga hari ini, ketika pasar-pasar dan pertokoan gang-gang Mesir dipenuhi dengan fawanees yang berwarna-warni sebelum dan selama Ramadan.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP