Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:14wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tak Diduga, Tokoh-Tokoh Pelaku Aksi Bom di Makassar Berawal dari Kajian Bernama 'Vila Mutiara'

Senin, 29-Maret-2021 17:33

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dua kiri) bersama Kapolda, Kabareskrim dan Humas Polda Sulsel
Foto : Antara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dua kiri) bersama Kapolda, Kabareskrim dan Humas Polda Sulsel
7

MAKASSAR, NETRALNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Tim Densus 88 anti teror menangkap empat tersangka teroris bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu.

"Perkembangan dari peristiwa kejadian bom terjadi kemarin, maka sampai dengan hari ini, kita mengamankan empat orang tersangka yakni AS, SAS, MR, dan AA," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Makassar, Senin (29/3/21).

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan keempat tersangka itu memiliki peran masing-masing bersama dua pelaku bom bunuh diri. Keempatnya juga masih satu tempat kajian bernama Vila Mutiara.

Adapun peran masing-masing, yakni ada yang bertugas memberikan doktrin, mempersiapkan rencana jihad dan bertugas membeli bahan pembuatan bom untuk digunakan dalam bom bunuh diri di Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memastikan jika dua pelaku bom bunuh diri di Makassar yakni L dan YSF

"Masing-masing perannya bersama sama dengan L dan YSF, mereka dalam satu kelompok kajian Vila Mutiara namanya," katanya dinukil Antara. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto