Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:49wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tips Menabung agar Pacar Tak Dipinang Orang

Selasa, 29-December-2020 17:15

Ilustrasi Tips Menabung
Foto : Tips Menabung (Plaminan.com)
Ilustrasi Tips Menabung
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Mungkin bila Galang (26) tahu betapa pentingnya tips menabung untuk pernikahan, pengalaman pahitnya ditinggal gadis pujaan yang sudah 4 tahun pacaran, tak akan terjadi.

Sesal tiada guna, namun sesal tetap nekat datang meski tak diundang. Galang boleh dibilang berwajah tampan namun ketampanan tak menjamin tidak akan ditinggalkan Sang Pacar.

Kini ia harus  gigit jari. Sudah sebulan mukanya kusam dan dilipat tujuh puluh kali tujuh.

Bunga (nama samaran) tunangannya, akhirnya memutuskan menerima pinangan pria lain.  Sekarang, Galang baru merasakan artinya hati sakit karena cinta alias “broken heart”.

Bagi Bunga, mungkin ia sudah tidak sabar dan tak mau disebut perawan tua di kampungnya.

Meski zaman sudah modern, toh sebutan “perawan tua” di tempat tinggalnya di daerah Jawa Tengah,  masih tetap jadi momok menakutkan.

Sebenarnya Bunga cinta setengah mati pada Galang. Setidaknya, hal itu diungkapkan Bunga suatu ketika saat mereka kencan di tengah kesibukan sebagai pelajar di bangku SMA.

Meski pacaran mereka sudah berlangsung sejak bangku SMA namun tetap kandas.  Bunga memilih pria yang baru dikenalnya sebulan lalu tetapi jelas ada kepastian.

Bunga merasa sudah memberi waktu yang cukup bagi Galang yakni setahun untuk memastikan kapan hubungan mereka menuju kursi pelaminan.

Galang yang sebelum Pandemi Covid-19 menghajar negeri bekerja sebagai driver mobil online kini harus bekerja sebagai sopir mobil distributor salah satu produk ice cream.

Ia mengaku seluruh gajinya selalu habis sehingga setelah satu tahun berlalu, ia belum memiliki dana yang cukup untuk segera meminang dan menggelar pesta pernikahan.

Dia pikir Bunga akan memberikan toleransi waktu, ternyata keputusan sudah bulat. Kesempatan buat dirinya sudah berakhir. Galang menelan ludah. Ia mengaku kalah.

Semua gegara dirinya tak memiliki dana yang cukup dan menjamin agar bisa melamar Bunga, pacarnya. Ia benar-benar menyesal, mengapa ia tak berusaha keras menabung.

Tips Menabung Untuk Pernikahan

Anda yang sudah punya pacar dan serius ingin menikah tentu tak ingin seperti Galang bukan? Oleh sebab itu, cermati tips menabung tentang mempersiapkan pernikahan berikut:

1.   Kenali siapa diri Anda

Kita harus mengakui bahwa budaya patriarki dalam kehidupan masyarakat Indonesia masih sangat kuat. Dalam hal ini, kaum pria biasanya menjadi lebih menentukan terkait jaminan agar pernikahan bisa dilaksanakan.

Dalam tradisi, pihak pria biasanya akan diminta mahar. Selain itu ada juga “serah-serahan”  berupa perabotan rumah tangga. Belum acara resepsi dan biaya untuk ritual lainnya.

Artinya, pihak pria yang akan menikah sudah harus siap dengan dana yang cukup. Besar-kecilnya relatif namun setidaknya mahar harus ada.

Maka, pria yang mau menikah sudah dipastikan wajib “berduit” cukup untuk membiayai pernikahan. Nah, kalau Anda berasal dari keluarga berada atau kaya, mungkin dana nikah bukah hal sulit.

Namun, bila anda berasal dari keluarga berekonomi menengah ke bawah, maka salah satu solusi atau tips jitu mempersiapkan pernikahan adalah “harus menabung”.

2.   Bulatkan tekat

Anda menyadari bahwa menabung adalah kunci menuju impian pernikahan Anda, maka putuskan untuk memulainya. Menabung butuh kebulatan tekad dan kehendak yang kuat.

Begitu Anda sudah bekerja maupun berwiraswasta dan memiliki penghasilan tertentu, maka putuskan berapa besar  penghasilan Anda akan ditabung secara rutin dan berlaku wajib alias tidak boleh tidak harus disishkan.

Meski hujan badai atau mau kiamat sekalipun, menyisikan dana yang sudah “disepakati” sendiri tidak boleh dilalaikan atau ditunda.

Begitu juga setelah berjalan, dana tabungan yang sudah terkumpul, apapun yang terjadi, meski langit runtuh, gempa bumi, ataupun tsunami melanda, namun dana itu tak boleh diambil dengan alasan apapun juga.

Biarkan dana itu mengendap, sedkit demi sedikit bertambah, dan sekian tahun sesuai komitmen Anda akan menikah, tak akan terasa ternayata Anda sudah SIAP MELAMAR pujaan hati.

3.    Tentukan lamanya menabung

Bagi Anda yang sudah punya pacar atau tunangan dan serius akan membina rumah tangga, sebenarnya bisa menentukan perencanaan secara matang kapan akan menggelar pernikahan.

Misalnya tiga tahun ke depan. Maka, menentukan besar kecil jumlah uang yang mutlak harus ditabung, tinggal dihitung.

Berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pernikahan Anda? Jumlah itu lalu dibagi dalam tiga tahun (36 bulan).

Hasilnya adalah angka yang harus Anda sisihkan jika Anda berpenghasilan model gaji sekali per bulan.

Lain bila Anda seorang pedagang, wiraswasta, atau pekerjaan lain yang secara harian memperoleh penghasilan. Maka, menyisihkannya pun bisa dilakukan  setiap hari.

4.   Tentukan tempat menabung yang aman

Tabungan yang aman, tidak harus di Bank. Terserah Anda. Bisa bergabung menjadi anggota Koperasi, membeli emas, bahkan tabungan konvensioanal pun tidak masalah asalahkan benar-benar aman.

Namun, banyak yang percaya bahwa menyimpan di Bank terpercaya jauh lebih  aman.

Bahkan dalam konteks tertentu dapat dikombinasikan dengan model tabungan berjangka atau model deposito sehingga dana tak mungkin digunakan untuk tujuan lain.

5.   Sebaiknya jangan digabung

Anda dan pacar Anda belum menikah secara resmi, maka disarankan agar jangan menabung dana pernikahan dengan menggabung antara Anda dan pacar Anda.

Bukan karena tidak memercayai pasangan Anda, tetapi itu akan menjadi lebih baik di kemudian hari. Sebab, kita belum tahu akan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Meski sudah tunangan, bisa saja hal tak diinginkan terjadi dan menyebabkan pertunangan Anda kandas. Ketika kandas, hasil tabungan bersama biasanya malah akan menambah runyam situasi.

6.   Hemat berdua

Bila Anda merasa berasal dari keluarga menengah ke bawah, maka sesuaikan semuanya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Berhematlah.

Anda berdua bisa membangun komitmen model pacaran yang tidak menghamburkan uang tak penting. Kencan tidak perlu keluar rumah orang tua, tidak perlu banyak jajan, dan sebagainya.

Kebiasan seperti itu penting agar ada komitmen bersama dan saling menghargai serta tidak serba menuntut.

Dengan pola seperti ini,  seandainya penghasilan Anda perbulan Rp3 juta  atau di bawahnya pun, sebenarnya tetap bisa menabung  untuk mempersiapkan pernikahan.

7. Pesta pernikahan yang realistis

Menentukan berapa target dana simpanan untuk pernikahan juga akan dipengaruhi oleh model pesta pernikahan yang Anda pilih.

Kalau penghasilan Anda Rp3 juta per bulan tetapi ingin pesta di gedung, mengundang artis ternama, maka perencanaan Anda jelas tidak realistis.

Model prewedding, resepsi,  dekorasi, tata rias, jumlah undangan, lokasi pesta dan sebagainya harus disesuaikan secara realistis agar tahapan-tahapan menuju impian rumah tangga pun didasarkan pada cara pandang yang realistis.

Pilah pula mana yang tidak terlalu penting dan bisa ditiadakan.

Misalnya, prewedding ditiadakan, undangan dibatasi (disesuaikan), cetak undangan yang sederhana tanpa mengilangkan esensi dan keunikannya, tak perlu sewa gedung tapi cukup di rumah orangtua saja, dan sebagainya.

Untuk mendekorasi, kalian bisa minta bantu teman-teman dekat Anda. Dengan cara seperti ini, Anda bisa menekan banyak anggaran.

8.   Jangan lupakan Tuhan

Setelah semua direncanakan, jangan lupa, apapun agama dan keyakinan Anda, serahkanlah pada Penyelenggaraan Ilahi.

Manusia wajib berencana dan semoga senantiasa selaras dengan rencana serta kehendak Tuhan.

Dalam konteks ini, kita juga harus memiliki jiwa rendah hati. Kita manusia bagaimanapun juga punya banyak keterbatasan oleh sebab itu tidak boleh arogan, angkuh, dan hanya mengandalkan otak kita saja.

Dengan penyertaan Tuhan, insyaallah semua upaya kita direstui oleh Yang Maha Kuasa. Amin.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto