Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:44wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Tips Berwisata ke Laos

Rabu, 17-Maret-2021 06:15

Tips Berwisata ke Laos.
Foto : Dok: NNC/Sulha
Tips Berwisata ke Laos.
15

LAOS, NETRALNEWS.COM - Negara Laos mungkin masih sangat jarang melakuan promosi pariwisata. Namun, bagi Anda yang penasaran. Laos, punya daya tarik besar bagi wisatawan. Negara itu kaya sejarah, bangunan-bangunan tua yang masih terawat, kuil-kuil Budha, dan sisa-sisa kerajaan.

Laos yang merdeka tahun 1949 dengan nama Kerajaan Laos dan kemudian berubah nama menjadi Republik Demokratik Rakyat Laos saat komunis menggulingkan pada 1975, juga memiliki kota tua Luang Prabang yang sejak 1995 menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di kota tua itu juga dikenal ritual Tat Bat yang bukan hanya menggoda wisatawan, tetapi juga fotografer amatir hingga profesional. Tidak mengherankan jika banyak wisatawan mulai mengincar Laos.

Dari Jakarta (sebelum pandemi COVID-19), tiket langsung ke Vientiane (ibu kota negara) atau langsung ke Luang prabang, cukup menguras kantong. Jadilah banyak yang mengambil jalur alternatif dari Bangkok. Prinsipnya, sekali perjalanan dua negara terlampaui..Transportasi Bangkok-Vientiane
Ada tiga alternatif moda transportasi dari Bangkok menuju Laos (Vientiane). 

Kereta api, bus, dan pesawat terbang. Ketiganya punya plus minus tersendiri. Kereta api dan bus akan memberi pengalaman tak terlupakan perjalanan darat lintas perbatasan. Sedangkan pesawat terbang jelas lebih menghemat waktu.

Sebelum pandemi, berburu tiket pesawat murah Bangkok-Vientiane bisa jadi keasyikan tersendiri. Saya sendiri batal naik sleeper train dari Bangkok ke Nong Khai (kota terakhir di Thailand, berbatasan dengan Laos) karena beruntung mendapat tiket pesawat budget dengan harga murah, hanya sedikit lebih mahal dari tiket sleeper train. 

Pertimbangannya, pesawat lebih hemat waktu, meski harus merelakan kehilangan pengalaman jalan darat lintas perbatasan negara.Butuh waktu sekitar 1 jam penerbangan Bangkok-Vientiane. 

Sedangkan bus dan kereta api sekitar 10 – 12 jam atau bisa lebih (tergantung jenis kereta yang dipilih). Di mana beli tiket kereta dan bus? Dalam kondisi normal saya lebih senang beli secara online.

Ada banyak situs yang menjual tiket secara online sekaligus memberi petunjuk transportasi apa yang harus digunakan untuk mencapai, airport, stasiun mau pun terminal bus. Satu di antaranya yang kerap saya gunakan adalah rome2rio.com.

Jika naik kereta mau pun bus, maka pasti akan berhenti di Nong Khai untuk membereskan urusan imigrasi. Dari situ perjalanan bisa dilanjutkan ke Vientiane (bus) atau bagi yang naik kereta api bisa membeli tiket terusan (kereta dan kendaraan) yang akan mengantar sampai pusat kota Vientiane.Kota-kota di Laos menarik untuk dikunjungi. 

Sebagian mirip kota-kota kecil di Pulau Jawa. Tapi ada tiga utama yang paling sering diincar, yakni Vientiane (Ibu Kota Laos), Vang Vieng (surga backpackers) dan Luang Prabang.

Aktivitas yang bisa dilakukan di tiga kota tersebut, dengan asumsi perjalanan Bangkok-Laos menggunakan pesawat. Perjalanan dari Bangkok ke Vientiane sekitar satu jam dengan pesawat. Kami (saya dan dua teman) tiba sekitar pukul 14.30. Langsung cari angkutan umum di bandara menuju kawasan hotel yang sudah dipesan di Airbnb. 

Kebetulan lokasi hotel terletak di tepi jalan raya, masuk dalam kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan mempesona dan memang sengaja mencari yang dekat dengan aliran Sungai Mekong. 

Suasana penginapan di Mekong. (Dok:NNC/Sulha)

Hotelnya bangunan tua. Dari depan terlihat cukup hangat, namun di bagian dalam ternyata agak suram. Kami mendapat kamar luas di lantai dua. Cukup bersih, murah Rp500 ribu semalam dengan tiga tempat tidur dan air panas untuk mandi.Tapi karena bangunan tua dan di dalamnya agak suram, setiap mau naik tangga, perasaan saya sih agak spooky. Tapi karena bertiga ya jadi saling menguatkan. 

TIPS1. 

1. Di Luang Prabang, harga makanan tergolong mahal. Mi khas Laos di warung-warung pinggir jalan harganya bisa Rp50 ribu. Harga makanan di kafe-kafe tidak berbeda dengan di Jakarta. Harga makanan yang terjangkau ada di night market, digelar dalam deretan wadah-wadah. Namun, sejujurnya, kami bertiga tidak cocok dengan cita-rasa tumpukan aneka makanan yang terlihat menggiurkan itu.

2. Jika mendatangi Wine village, tahan nafsu belanja kain dan syal tenun khas Laos. Harga di Wine Village bisa separuh lebih murah dibandingkan dengan di night market.

3. Saran berdasarkan pengalaman, untuk objek wisata di pusat kota seperti kuil-kuil utama dan Mount Paosi, sebaiknya dijelajahi sendiri. Pusat kotanya tidak besar. Empat hari di sana kami jadi tahu karena ternyata kerap mengitari tempat yang sama.

5. Paket wisata bisa dipilih untuk objek-objek wisata agak keluar kota atau yang lokasinya perlu penyusuran dengan kapal/perahu di sepanjang aliran Sungai Mekong.

6. Tutuk moda transportasi darat yang paling umum untuk jarak dekat. Pandai-pandailah menawar. Sebagai patokan, jangan sungkan mencari informasi di tempat penginapan.

7. Jangan lupa membawa minum saat mendaki Mount Phousi.

8. Kenakan pakaian yang sopan ketika mendatangi istana, kuil, dan Mount Phousi. 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani