Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:52wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Tips Berwisata Outdoor di Masa Pandemi

Selasa, 06-April-2021 07:15

Tetap jaga prokes selama berwisata outdoor.
Foto : Sitami
Tetap jaga prokes selama berwisata outdoor.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - World Travel & Tourism Council (WTTC) belum lama ini meluncurkan protokol kenormalan baru untuk industri pariwisata petualangan.

Sebelumnya WTTC telah mengeluarkan perincian protokol perjalanan yang aman untuk maskapai penerbangan, MICE, operator tur, perhotelan, ritel, atraksi, persewaan mobil, dan persewaan jangka pendek, yang secara luas didukung oleh CEO dan pemimpin bisnis terkemuka di seluruh dunia.

Protokol kenormalan baru untuk industri pariwisata petualangan disusun berdasarkan wawasan dan kerangka kerja yang dikembangkan oleh Adventure Travel Trade Association (ATTA), bekerja sama dengan sejumlah operator tur utama di segmen tersebut seperti Abercrombie & Kent, Eurotur, Intrepid dan The Travel Corporation (TTC).

Penyusunan itu didukung juga oleh Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) dan juga mempertimbangkan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Penyusunannya didasarkan pada kerangka kerja yang dikembangkan oleh Adventure Travel Trade Association (ATTA), bekerja sama dengan sejumlah operator tur utama di segmen tersebut seperti Abercrombie & Kent, Eurotur, Intrepid dan The Travel Corporation (TTC), untuk mendukung dimulainya kembali pariwisata petualangan yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di seluruh dunia.Dalam protokol ini, industri pariwisata petualangan mengacu pada berbagai aktivitas petualangan, termasuk bersepeda, arung jeram, trekking, ski, snowboarding, safari satwa liar, dan wisata kuliner.

“Wisata petualangan menjadi semakin populer di kalangan wisatawan dan akan menjadi komponen kunci untuk melakukan perjalanan dalam kehidupan normal baru. Ini juga menjadi salah satu segmen yang tumbuh paling cepat. Oleh karena itu penting untuk menetapkan tindakan yang memungkinkan perjalanan yang aman bagi pelancong petualangan,” ujar Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC dilansir Travelstory.

Sementara itu, Shannon Stowell, CEO ATTA, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah melihat pergerakan kembali wisata petualangan yang aman dan berkelanjutan.

“Keamanan wisatawan dan kesejahteraan jutaan orang yang bekerja di seluruh sektor Perjalanan & Pariwisata merupakan inti dari paket komprehensif protokol Safe Travels WTTC,” katanya.

WTTC membagi pedoman baru menjadi empat pilar termasuk kesiapan operasional dan staf, memberikan pengalaman yang aman, membangun kembali kepercayaan, dan menerapkan kebijakan yang memungkinkan.
Pedoman yang diumumkan meliputi:


1. Pengurangan kapasitas peserta untuk melakukan aktivitas agar bisa memperhitungkan jarak fisik. Dalam hal ini termasuk memastikan tingkat kesulitan aktivitas yang tidak melebihi kemampuan dan keterampilan tamu.


2. Memberikan komunikasi yang jelas dan konsistem tentang protokol kesehatan, baik secara digital, komunikasi langsung, mau pun papan tanda yang jelas.


3. Menggunakan aplikasi pelacakan kontak jika diwajibkan oleh undang-undang setempat.


4. Membagikan buku panduan pada tamu sebelum perjalanan atau melakukan aktivitas, baik secara digital mau pun langsung saat kedatangan, berdasarkan saran dari otoritas terkait. Ini termasuk kewajiban mengenakan masker, mencuci tangan, ketentuan kontak fisik, dsb.


5. Mendortong tamu untuk membeli tiket secara online.


6. Dorong dalam sebuah grup diikuti oleh anggota keluargan atau yang saling kenal untuk menurunkan risiko terpapar COVID-19.


7. Pastikan jika memungkinkan, setiap tamu membawa perlengkapan aktivitas sendiri.
8. Batasi kontak fisik dan antrean.
 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani