Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:20wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tiga Wanita Digelandang Densus 88, Otak Pelaku Bom Makassar Terkuak, Netizen: Virus Harus Dibasmi sampai Akar2nya

Rabu, 31-Maret-2021 07:40

Ilustrasi kasus bom bunuh diri di depan Katedral Makassar
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi kasus bom bunuh diri di depan Katedral Makassar
10

MAKASSAR, NETRALNEWS.COM - Tim Detaseman Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berhasil membekuk sosok wanita yang menanamkan doktrin jihad melalui aksi bom bunuh diri terhadap pasutri bomber di depan gereja Katedral, Makassar, Sualwesi Selatan.

Geram dengan temuan Densus 88, di akun FB Mak Lambe Turah sejumlah netizen menulis komentar. 

MLT: “Mantap kerja densus 88 maju teroooss.”

Mbah Jawi Kampoeng Dalem: “Virus sebuah negara...harus di basmi sampai akar2nya.”

Sementara sebelumnya diberitakan,  densus 88 menangkap tiga wanita setelah melakukan penyelidikan jaringan pelaku Lukman dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna.

Masing-masing yang ditangkap polisi berinisial MM, M dan MAN. Pihak kepolisian pun mengungkap peran masing-masing tiga orang wanita itu. Ketiganya memiliki peran yang berbeda.

Terkhusus MM yang tugasnya untuk memberikan motivasi terhadap dua pelaku Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna.

MM dinilai sebagai otak pelaku aksi bom bunuh diri ini. Keduanya didoktrin oleh MM untuk melakukan teror dengan iming-iming surga karena dianggap 'jihad' dan mati syahid.

Tim Detaseman Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan ketiga terduga teroris itu di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, ketiganya merupakan perempuan.

"Perkembangan pascabom bunuh diri di Makassar, bertambah tiga tersangka, ketiganya adalah perempuan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Humas Polri, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Ramadhan menyebutkan, ketiga perempuan tersebut berinisial MM, M dan MAN.

Ketiganya memiliki keterkaitan dengan pasangan suami istri Lukman (L) dan YSF atau Dewi (D), pelaku bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Kota Makassar pada Minggu (28/3).

Terduga MM peran-nya mengetahui persis perencanaan "amaliyah" Lukman dan Dewi dan memberikan motivasi terhadap kedua pasangan suami istri tersebut.

"MM mendapat motivasi 'jihad' dan 'sahid' dari terduga SAS yang sudah ditangkap beberapa hari sebelumnya dan bersama sama sudah ikut pembaiatan," ungkap Ramadhan seperti yang dilansri dari Antara.Selanjutnya terduga M merupakan kakak ipar dari SAS yang mengetahui soal kegiatan kajian di Vila Mutiara.

Sedangkan terduga MAN, berperan melihat Lukman alias L saat terakhir menggunakan sepeda motor berangkat menuju tempat lokasi rencana bunuh diri, dan juga mengikuti kajian bersama SAS.

Ramadhan mengatakan hingga saat ini sudah ada 7 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap pascaledakan bom bunuh diri gereja Katedral Makassar.

Sebelumnya, Senin (29/3) Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap 4 orang terduga teroris di Kota Makassar, inisial-nya AS, SAS, MR dan AN atau AA.

Keempatnya berperan bersama Lukman dan Dewi, bersama sama mengikuti kajian di Vila Mutiara.

"Jadi untuk pengembangan di Makassar 7 orang dalam proses penyidikan kemudian meninggal 2 orang, total semua sementara 9 orang," tutur Ramadhan seperti dinukil Indozone.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto