Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:49wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
TG: Wacana Presiden 3 Periode Seperti Isu PKI, Mereka Ciptakan, Sebarkan, Mereka Juga Yang Kecam

Selasa, 16-Maret-2021 18:42

Presiden Joko Widodo.
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyindir pihak-pihak yang menyerang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan menggulirkan kembali wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Menurutnya, pihak-pihak tersebut yang membuat isu soal masa jabatan presiden tiga periode dan disebarkan, kemudian mereka juga yang mengecam.

"Wacana Presiden 3 Periode itu mereka yang ciptakan, mereka yang sebarkan, lalu mereka yang mengecam," tulis Teddy di akun Twitternya, Selasa (16/3/2021).

Hal tersebut, lanjut Teddy, sama seperti isu soal PKI yang digaungkan selama ini untuk menyerang pemerintahan Jokowi.

"Sama seperti isu PKI, mereka yang ciptakan, mereka yang sebarkan, lalu secara berjamaah mereka yang kecam. Kan ngehe..," sindir Teddy.

Seperti diketahui, wacana masa jabatan presiden tiga periode sempat mencuat pada akhir 2019 lalu bersamaan dengan rencana amendemen Undang-Undang Dasar 1945. Saat itu, Presiden Jokowi dengan tegas menolak wacana tersebut. Ia menilai, pihak yang menggulirkan isu itu ingin menjerumuskannya dan mencari muka.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu satu, ingin menampar muka saya. Kedua ingin cari muka. Padahal saya sudah punya muka, dan ketiga ingin menjerumuskan. Itu aja,” kata Jokowi pada 2 Desember 2019 lalu.

Belakangan, wacana itu kembali ramai dibicarakan lantaran dibahas oleh pendiri Partai Ummat Amien Rais. Ia menduga ada skenario yang tengah dimainkan rezim Jokowi untuk mengamendemen UUD 1945 agar mengubah ketentuan soal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode melalui sidang istimewa MPR.

"Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR, yang mungkin satu, dua pasal yang katanya perlu diperbaiki yang mana saya juga tidak tahu," kata Amien dalam video yang diunggah di Channel YouTube-nya, Sabtu (13/3/2021).

"Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak presidennya itu bisa dipilih tiga kali. Nah kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka saya kira kita bisa segera mengatakan ya innalillahi wa inna ilaihi rajiun," ujarnya.

Setelah isu itu kembali dihembuskan Amien Rais, banyak politisi langsung berkomentar. Salah satunya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Ia berpendapat, wacana presiden menjabat tiga periode merupakan ide yang berbahaya. Apalagi, lanjutnya, wacana itu muncul di tengah konflik yang terjadi di Partai Demokrat menyusul adanya kongres luar biasa (KLB) yang melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

"Merupakan ide yang berbahaya, khawatir hal tersebut justru akan menjadi tirani bagi masyarakat. Apalagi ada cerita KLB Demokrat," tulis Mardani di akun Twitternya, Senin (15/3/2021).

Karenanya, Mardani meminta Presiden Jokowi segera membuat sikap tegas menolak wacana  presiden dapat memimpin tiga periode. "Wacana tiga periode perlu segera ditegaskan Pak Jokowi bahwa tidak akan ada tiga periode," tegas anggota Komisi II DPR itu.

Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi pun kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat untuk menjabat selama tiga periode. "Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Presiden Jokowi juga mengingatkan supaya jangan membuat isu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan baru di ranah publik. Apalagi saat ini semua pihak tengah fokus menangani pandemi Covid-19.

"Apalagi yang harus saya sampaikan? Bolak-balik ya sikap saya tidak berubah. jangan membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," jelas Presiden.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli