Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:51wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
TG Sebut Wajar Pasha Bela Anies saat Dikritik Giring, Tapi Kurang Gizi

Kamis, 25-Februari-2021 12:20

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Youtube
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menanggapi debat antara mantan Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo atau Pasha Ungu dengan Plt Ketum PSI Giring Ganesha di Instagram.

Teddy menilai wajar pembelaan Pasha terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan ketika mendapat kritik dari Giring Ganesha.

Namun demikian, ia menyebut pembelaan Pasha kurang gizi dan tidak subtansi, malah mengarah pada pandangan anti demokrasi. 

"Wajar dan sah2 saja jika @PashaUngu membela @aniesbaswedan ketika dikritik @Giring_Ganesha, namun sayangnya pembelaan pasha kurang bergizi, tidak substansi, malah mengarah pada pandangan anti demokrasi," kata Teddy dalam akun Twitternya.

Karena secara logika Pasha, lanjut Teddy, yang boleh mengkritik presiden hanya orang yang pernah menjadi presiden.

"Logika pasha: yg boleh kritik Presiden hanya org yg pernah menjadi Presiden," lanjutnya.

Sebelumnya Pasha dan Giring terlibat debat dalam Instagram. Giring menyebut Anies tak melakukan pencegahan sebelum musim hujan.

"Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan," ujar mantan vokalis Nidji itu.

Pasha yang kini bergabung dengan PAN memberi komentar di postingan tersebut. Ia tak sepakat dengan tudingan Giring soal Anies tak mampu mengelola Jakarta.

Meski mengakui Pemprov DKI harus memperbaiki pengelolaan banjir. Namun, vokalis band Ungu itu menyayangkan kritik Giring hanya berakhir di medsos.

"Judgement Bro Ketum terkait kapabilitas pa gub @aniesbaswedan yang bro anggap tidak mampu mengelola Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil. mengelola Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos," tutur Pasha lewat akun @pashaungu_vm.

Pasha menyarankan anggota DPRD DKI Jakarta membuka kembali semua perencanaan kota sejak era Belanda. Ia yakin ada solusi penanganan banjir.

Di akhir komentar, Pasha menyindir ucapan Giring soal kapabilitas Anies memimpin Jakarta. Pasha bertanya balik soal kapabilitas Giring dalam hal tersebut.

"Bukankah bro giring pun tidak dalam kapasitas menilai seperti itu..? apakah bro giring sudah pernah teruji mengelola sebuah kota/daerah atau bahkan kelurahan? mohon maaf kalau saya keliru berpendapat bro ketum," kata Pasha.

Giring menjawab komentar Pasha itu dengan membantah kritiknya sembarangan. Ia bilang PSI punya 8 kursi di DPRD DKI. Ia berkukuh apa yang ia sampaikan adalah fakta.

"Sebagai partai yang memiliki perwakilan di DKI, tak berlebihan jika saya katakan bahwa PSI berhak untuk menyuarakan suara warga DKI Jakarta dan konstituen kita," ujar Giring.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati