Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:49wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Tewaskan 29 Orang, Belum Ada Tersangka Kasus Kecelakaan Bus di Sumedang, Ini Penjelasan Polisi

Jumat, 12-Maret-2021 19:28

Petugas memasang garis polisi di lokasi kecelakaan bus.
Foto : Antara
Petugas memasang garis polisi di lokasi kecelakaan bus.
14

SUMEDANG, NETRALNEWS.COM - Polres Sumedang belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan bus di Jalur Alternatif Malangbong-Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Kasatlantas Polres Sumedang AKP Eryda Kusumah di Sumedang, Jumat (12/3/2021) mengatakan penetapan tersangka dalam kasus itu memerlukan proses yang panjang.

Sebab polisi, kata dia, masih harus mengumpulkan data-data guna mengungkap penyebab kecelakaan maut itu.

"Karena ada beberapa faktor jadi nanti kita kombinasi semua data-datanya. Faktor penyebabnya apa, di situ nanti baru dapat titik terangnya," kata Eryda.

Polisi sejauh ini, menurut Kasatlantas, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi maupun korban yang selamat dari kecelakaan maut tersebut. Selain itu, ia pun bakal berkoordinasi dengan pihak terkait yang bisa menjelaskan terkait kelaikan bus bernomor polisi T 7591 TB.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan bus tersebut kini telah diamankan guna diperiksa lebih lanjut. Bus itu sendiri kini memang telah berhasil dievakuasi menggunakan alat berat.

"Kaitan kondisi jalan dengan kondisi kendaraan itu masih kami selidiki," kata Erdi.

Kecelakaan itu sendiri terjadi pada Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat kecelakaan, polisi menduga di lokasi tengah turun hujan yang cukup lebat.

Akibat kecelakaan itu, sejauh ini tercatat 29 orang meninggal dunia. Para penumpang bus itu diketahui merupakan rombongan dari SMP IT Al Muawanah Subang yang pulang setelah kegiatan ziarah dan wisata.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli