Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:59wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Akhmad Sahal Tegaskan Teroris Pertama dalam Sejarah Islam bukan Orang Kristen tapi Orang Islam Sendiri yakni...

Kamis, 01-April-2021 08:40

Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Akhmad Sahal
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akhmad Sahal menegaskan apa yang sebelumnya dijabarkan oleh Ketua PBNU Kyai Aqil Said  bahwa dalam sejarah Islam, teroris pertama justru dari orang Islam sendiri.

“Kata siapa teroris ga beragama? Teroris pertama dlm sejarah Islam bkn orang Yahudi, bkn orang Kristen, tp orang Islam: Khawarij yg gampang mengkafirkan muslim lain yg beda paham,” kata Akhmad Sahal, Rabu malam 31 Maret 2021.

Pernyataan Akhmad Sahal sempat dibantah oleh akun Alifasya @Alifasya5 yang mengatakan “Jauh sebelum nabi Muhammad Saw, teroris sdh ada di dunia. Gimana critanya teroris pertama adalah org Islam... wkwkwkwwk. ngelantur jgn di sini bosss."

Kembali Akhmad Sahal menegaskan:

“Yg dikatakan KH. Said Aqil “teroris pertama dlm sejarah Islam adlah orang Islam sendiri, yakni khawarij.” Bukan “teroris pertama adalah orang Islam”. Jadi Anda  @alifasya5 justru yg nglantur krn ga paham, tp ngegas.. Pake wkwkwkwk pulak..,” tegas Akhmad Sahal.

Sementara sebelumnya diberitakan, Ketum PBNU Said Aqil menyampaikan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Said Aqil menyebut memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

"Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme," kata Said Aqil dalam webminar 'Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial' yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3/2021).

Said Aqil menegaskan ajaran Wahabi bukan terorisme, tetapi pintu masuk terorisme. Sebab, ajarannya dianggap ajaran ekstremisme.

"Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi 'ini musyrik, ini bid'ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh'. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan salafi adalah ajaran ekstrem," ujarnya.

Kemudian, Said Aqil juga meminta agar ajaran agama di perguruan tinggi bagi jurusan selain agama Islam mengutamakan pembahasan terkait akidah, syariat, dan akhlak. 

Serta diperbanyak penjelasan terkait akhlakul karimah, misalnya menolong sesama, menghormati orang tua, membantu orang lagi susah, silaturahmi, menghormati tamu dan tetangga, menengok orang sakit, menengok orang sedang berduka karena kematian, tidak boleh dengki, tak boleh hasut, tidak boleh adu domba, hoax.

"Jadi, kalau pelajaran agama disampaikan di fakultas yang bukan (jurusan) agama kemudian terulang-ulang 'neraka, surga, kafir, sesat, musyrik, bid'ah, neraka surga'. Wah, radikal semua itu, itu bagian fakultas yang memperdalam akidah, yang memperdalam syariah," ujarnya.

"Kalau di fakultas umum cukup hanya mengenal hanya mengajak meyakini itu yang ditekankan adalah akhlakul karimah, menghindari radikalisme yang tumbuh di perguruan tinggi jurusan teknik atau yang bukan jurusan agama. Ini yang saya lihat kurikulum yang harus dijalankan di perkuliahan mata kuliah agama di perguruan tinggi yang bukan jurusan agama Islam," imbuhnya seperti dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto