Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:53wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Teroris Dulu Dikaitkan dengab Ba'asyir, Kini FPI, TZ: Why?

Kamis, 01-April-2021 15:30

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan pengurus MUI, Tengku Zulkarnain mempertanyakan adanya pergeseran keterkaitan teroris saat ini dengan dulu.

Dulu, kata Tengku Zul, setiap kali ada aksi teror selalu dikaitkan dengan Jamaah Islamiah atau Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Berbeda kini, aksi teror yang terjadi dikaitkan dengan Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq Shihab. 

"Satu dekade yg lalu asal ada teroris kaitannya sama Jamaah Islamiyah dan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir," kata Tengku Zul dalam akun Twitternya.

"Lha, sekarang kaitannya terlihat mulai bergeser ke FPI... Why?" tanya Tengku Zul mengapa, dalam beberapa bahasa.

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri menyita sejumlah barang bukti saat menangkap empat orang terduga teroris di Kabupaten Bekasi dan Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3/2021).

Berdasarkan barang bukti yang ditunjukkan dalam jumpa pers, sebagian besar di antaranya merupakan atribut FPI.

Polisi memamerkan buku 'Dialog Amar Maruf Nahi Munkar FPI' yang ditulis Muhammad Rizieq Shihab, jaket warna hijau berlogo FPI, sejumlah CD tentang FPI, hingga senjata tajam.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati