Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:34wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
DKI Perbolehkan Jualan Terompet Tahun Baru, Eko Kuntadhi Komentar Begini

Kamis, 31-December-2020 20:15

Eko Kuntadhi, pegiat media sosial.
Foto : Facebook Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi, pegiat media sosial.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengomentari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengizinkan penjualan terompet di malam tahun baru dengan syarat yang ketat. 

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebutkan syarat tersebut yaitu terompet yang dijual harus dipastikan tidak mengandung droplet yang merupakan sarana untuk menularkan virus Covid-19.

Itu Artinya, para penjual dan juga pembeli dilarang meniup terompetnya untuk membuktikan bahwa alat tersebut berfungsi. Menanggapi hal tersebut, Eko pun melontarkan sindirannya. “Kalau digigit boleh kan pak,” kata eko di akun Twitternya, Kamis (31/12/2020).

Sebelumnya, Ariza mengatakan, penjualan terompet untuk malam Tahun Baru masih bisa diperkenankan. Namun, lanjut Ariza, penjual terompet tidak boleh menimbulkan keramaian dan harus memastikan tidak ada droplet di dalam terompet yang dijual. 

"Terompet untuk di sekitar lingkungan yang tidak mengganggu ketertiban tidak menimbulkan droplet tadi itu masih bisa diterima," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/12/2020). 

Namun, apabila penjual terompet menggunakan cara penjualan seperti tahun baru sebelumnya dan tidak menjaga terompet dari droplet, maka penjualan akan dilarang. Begitu juga apabila penjual terompet membuat berisik dan menimbulkan keramaian. 

Hal yang sama diberlakukan bagi pedagang kembang api. "Kalau kembang api buat anak-anak yang di rumah itu, apa namanya yang kecil itu ya, diperbolehkan," ucap Ariza. Sementara itu, apabila kembang api yang dijual untuk membuat keramaian dan menimbulkan suara berisik, maka penjualan kembang api semacam itu akan dilarang. 

"Kalau kembang api yang petasan yang masif yang ke atas yang suaranya ini (berisik) tidak diperkenankan," kata Ariza.

Namun, Ariza tetap meminta agar aktivitas malam Tahun Baru seluruh masyarakat yang berada di DKI Jakarta dilakukan di rumah dan tanpa keramaian. Dia meminta agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan terdesak. 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP