Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:56wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ternyata Ini yang Dicari Bangladesh dan Turki dari Indonesia

Kamis, 08-April-2021 20:10

Produk UKM banyak diminati masyarakat dunia.
Foto : Kemendag
Produk UKM banyak diminati masyarakat dunia.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wamendag Ajak Optimalkan Potensi Negara Anggota Developing-8 (D-8) untuk memanfaatkan Forum Bisnis D-8.

Pernyataan ini disampaikan Jerry dalam acara Forum Bisnis D-8 yang digelar secara virtual pada Senin (5/4). Forum bisnis dengan tema “Harnessing the Power of Youth and Technology” ini, merupakan bagian dari rangkaian 10th D-8 Summit 2021 Dhaka, Bangladesh yang berlangsung pada 5—8 April 2021.

Forum ini bertujuan untuk menggali potensi kerja sama ekonomi dari sudut pandang yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha D-8 saat ini dan masa akan datang. Selain Indonesia, sambutan juga diberikan wakil Pemerintah Negara D-8 lainnya, yaitu Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan, Menteri Perdagangan Bangladesh Tipu  Munshi, serta Sekretaris Jenderal D-8 Dato’ Ku Jaafar Ku Shaari.

 “Berdasarkan beberapa kajian, peringkat negara-negara anggota D-8 akan berada dalam peringkat 24 besar dunia dengan total produk domestik bruto (PDB) sebesar USD 38 triliun pada 2050. Untuk itu, negara anggota harus dapat memanfaatkan potensi perdagangan D-8 secara optimal,” kata Jerry, dalam siaran persnya, Kamis, (8/4/2021). 

Jerry menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha negara D-8. Pertama, pemerintah negara anggota D-8 harus memiliki pandangan yang sama dan memberikan komitmen untuk menjaga kelancaran arus barang dan jasa di antara negara D-8. Kedua, negara anggota perlu mempertimbangkan efisiensi dan resiliensi rantai pasok di antara negara D-8 melalui diversifikasi pasokan dan transformasi digital.

Ketiga, negara D-8 perlu terus meningkatkan kerja sama untuk mendukung sektor swasta dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM serta bisnis rintisan (start-up).

 “Adanya ketidakpastian perekonomian global, negara anggota D-8 hendaknya tidak terpengaruh dalam kondisi geopolitik yang terjadi antara negara-negara besar. Negara anggota D8 harus fokus dalam memperkuat kemitraan strategis sehingga dapat memberikan peluang perdagangan dan investasi yang lebih praktis dan konkret,” ujar Jerry.

D-8 adalah organisasi kerja sama pembangunan ekonomi dengan anggota yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

D-8 bertujuan untuk meningkatkan posisi negara anggota dalam ekonomi global, mendiversifikasi dan menciptakan peluang baru dalam hubungan perdagangan, meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional, dan meningkatkan standar hidup.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani