Netral English Netral Mandarin
02:50wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Ternyata Ini yang Dibutuhkan ASEAN dari Indonesia Setelah Ada Vaksin

Rabu, 03-Maret-2021 19:30

Produk UMKM jadi unggulan untuk ekspor.
Foto : Ekspor
Produk UMKM jadi unggulan untuk ekspor.
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ditemukannya vaksin COVID-19dan dimulainya program vaksinasi, diyakini akan mendorong upaya pemulihan ekonomi dan penguatan rantai nilai global (global value chain) di kawasan.

Hal inidisampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama sembilan Menteri Ekonomi/Perdagangan Negara Anggota ASEAN lainnyad alam Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM Retreat) ke-27 yang dilaksanakan secara virtual.

“Indonesia telah memulai program vaksinasi Covid-19 yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani dampak pandemi dan mendorong kembali kegiatan perekonomian,”ungkap Mendag Lutfi, dalam siaran persnya, Rabu, (3/3/2021).

Menurut Mendag,upaya pemerintah memfokuskan perhatian pada testing, tracing dan treatment, serta program vaksinasi akan meningkatkan kepercayaan dalam langkah pemulihan sektor ekonomi secara keseluruhan.

Beberapa hal strategis yang telah dilakukan Indonesia, di antaranya adalah membuka sektor-sektor produktif pendukung pemulihan ekonomi; mempercepat stimulus fiskal; meningkatkan sisi permintaan dan penawaran; menyusun kebijakan moneter yang mendukung pemulihan; sertadi gitalisasi perekonomian, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Indonesia menyerukan perlunya kebijakan fasilitasi perdagangan, di antaranya memberikan perhatian pada isu-isu yang terkaitdengan penerapan kebijakan nontarif (nontariff measures), dan upaya-upaya lain untuk menjaga keterbukaan pasar, agar arus perdagangan, wisata,dan tenagakerja perlahan kembali pulih pascapandemi Covid-19.`

Dalam pertemuan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN juga menyepakati 5 dari 13 prioritas ekonomi ASEAN 2021yang pembahasannya di bawah kewenangan Menteri Ekonomi ASEANuntuk segera diimplementasikan, yaitu adopsi Non Tariff Measure Cost Effectiveness Toolkit, peluncuran negosiasi ASEAN-Canada Free Trade Agreement, ASEAN Investment Facilitation Framework (AIFF), Work Plan on the Implementation of the ASEAN Agreement on E-Commerce 2021—2025, dan Framework for Circular Economy.

Penyusunan Post 2025 Vision for the ASEAN Economic Community (AEC) yang telah disepakati dalamPertemuan KTT ASEAN ke-37 pada November 2020 juga menjadi perhatian para menteri. “Saat ini merupakan momentum tepat untuk mendiskusikan PostVision 2025 AEC dan Indonesia memandang perlunya sentralitas ASEAN dalam membangun daya tahan ekonomi regional dari kemungkinan krisis global di masa depan, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital,” pungkas Mendag.

 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani