Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:36wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Terkait Kritik, Buzzer dan Radikal, Said Didu: Apakah NKRI Masih Baik-baik Saja?

Minggu, 14-Februari-2021 17:25

Said Didu.
Foto : Demokrasi
Said Didu.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti bebeberapa persoalan yang dikeluhkan sejumlah tokoh akhir-akhir ini, seperti masalah buzzer, kritik, hingga tuduhan radikal.

Pertama, ia menyinggung pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. 

Kemudian, soal aksi buzzer menyerang para tokoh yang mengkritik pemerintah. Said Didu menyebut beberapa nama tokoh yang jadi bulan-bulanan buzzer, seperti Kwik Kian Gie, Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli dan Sujiwo Tejo.

Selain itu, Said Didu juga menyoroti pelaporan kode etik aparatur sipil negara (ASN) terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radikalisme.

Atas semua persoalan itu, tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini lantas mempertanyakan apakah kondisi bangsa ini masih baik-baik saja.

"Jika pak JK @Pak_JK  sudah tidak tahu cara kritik yang aman, Pak @kiangiekwik sudah ketakutan, pak @m_dinsyamsuddin sudah seenaknya dicap radikal," tulis Said Didu di akun Twitternya, Minggu (14/2/2021).

"Pak @RamliRizal pak @sudjiwotedjo, Bu @susipudjiastuti jadi bulan-bulanan buzzeRp dan banyak tokoh di bui karena kritik, apakah NKRI masih baik-baik saja?" cuit @msaid_didu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani