Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:37wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Terkait Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Ketua Umum PGI Serukan Ini

Minggu, 28-Maret-2021 14:20

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom
Foto : Istimewa
Ketua Umum (Ketum) Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum (Ketum) Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom mengutuk aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).

Dirinya pun mengungkapkan dukacita mendalam atas ledakan bom yang melukai belasan orang, termasuk jamaat gereja. Menurutnya, peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di nusantara.

Gomar pun mengimbau kepada seluruh umat kristiani untuk mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak takut, namun tetap waspada.

"Saya mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat terkait. Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada," kata Gomar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Untuk menghindari keresahan ditengah masyarakat, dirinya mengimbau, agar tak memposting gambar atau video tentang peristiwa nahas tersebut.

"Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasaana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar," ujar dia.

Dikatakannya, sangat mengenaskan, peristiwa naas ini terjadi saat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina.

"Lewat ini Yesus sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan," tuturnya.

Dalam semangat kelembutan, dirinya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati