Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:34wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19, China Lockdown 11 Juta Penduduk

Jumat, 08-January-2021 16:50

Petugas medis sedang membawa pasien positif COVID-19.
Foto : BBC
Petugas medis sedang membawa pasien positif COVID-19.
10

HEBEI, NETRALNEWS.COM - China kembali memberlakukan lockdown terhadap 11 juta orang di kota utara Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Keputusan ini diambil setelah kasus COVID-19 melonjak. 

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (8/1/2021), terdapat sebanyak lebih dari 100 kasus Corona dikonfirmasi di Hebei. Atas temuan itu, masyarakat dilarang meninggalkan kota tersebut dan sekolah pun ditutup.

Guna mendeteksi dan memutus rantai penyebaran, China sudah menyiapkan lebih dari 5.000 lokasi pengujian disiapkan untuk menguji masyarakat. Jumlah kasus baru tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah terjadi di China dalam 5 bulan terakhir.

Kenaikan kasus ini mendorong dilakukannya pengujian massal secara konsisten saat kelompok kasus baru muncul, meskipun relatif kecil.

Pada Kamis (7/1/2021), Provinsi Hebei melaporkan 120 kasus baru dan hampir semuanya berasal dari kota tersebut, satu di antaranya ada di tempat lain.

Akibatnya, seluruh masyarakat yang ada di distrik Gaocheng, Shijiazhuang, tidak diizinkan meninggalkan daerah tersebut. Hal ini karena mereka dianggap sebagai pusat penyebaran virus Corona yang terjadi di daerah tersebut.

Selain itu, transportasi di sana juga dibatasi, seperti perjalanan bus dan penerbangan banyak yang dibatalkan. Bahkan layanan pos ditangguhkan selama tiga hari.

Pembatasan ini diberlakukan dengan ketat, terlihat banyak polisi dengan pakaian pelindung yang menjaga pintu masuk ke jalan tol. Menurut surat kabar milik pemerintah China Daily, tiga pejabat di distrik Gaocheng di Shijiazhuang telah dihukum karena "kelalaian".

"Desa harus mengidentifikasi, melaporkan, mengisolasi, dan merawat kasus sedini mungkin untuk menghentikan penularan," jelas Wu Hao yang merupakan pejabat kesehatan nasional setempat.

Tak hanya itu, lima rumah sakit di Shijiazhuang juga telah disiapkan untuk pasien COVID-19. Menurut Wakil Walikota Meng Xianghong, tiga di antaranya sudah siap digunakan.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian