Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:00wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Terduga Teroris Terima Bansos, Satire Uki: Pemerintah? Toghut! Siapa Mau Bansos Pemerintah? Oghut!

Sabtu, 10-April-2021 23:05

Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki)
Foto : Istimewa
Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki)
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki) menyindir terduga teroris yang menerima program bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah.

Uki mengaitkan hal itu dengan doktrin kelompok teroris bahwa pemerintah adalah thogut yang harus diperangi.

Uki menyebut, thogut berubah menjadi ogut (aku) ketika ada bantuan dari pemerintah.

"Pemerintah? Toghut! Siapa mau bansos pemerintah? Oghut!" sindir Uki lewat akun Twitternya, @Uki23, Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya diberitakan, terduga teroris berinisial NF yang berdomisili di Jakarta Selatan (Jaksel) merupakan penerima program bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah.

Warga Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa itu diketahui terakhir sempat mencairkan BST pada awal Februari 2021.

"Terakhir saya bertemu NF saat pembagian BST awal Februari," kata Ketua RT 03/RW04 Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Budianto, Kamis (8/4/2021), seperti dikutip dari Antara.

Besaran BST itu mencapai Rp300.000 per bulan dan tahun ini sudah dicairkan pada Januari dan Februari. Sisanya rencananya pada Maret dan April 2021.

Sebelumnya NF juga menerima bansos sembako yang keduanya merupakan rangkaian bantuan bagi warga di masa pandemi Covid-19.

Budianto memperkirakan, nama NF masih akan tercantum sebagai penerima BST, meski ia tidak mengetahui pasti kelanjutan pada sisa pengambilan selanjutnya.

"Hak dia tetap ada, tapi soal nanti dia mau ambil, saya tidak tahu juga, tapi bisa diwakili istrinya," ujarnya.

Diketahui, polisi meringkus NF di rumahnya di Tanjung Barat pada Kamis (8/4/2021) malam. Ia ditangkap atas informasi dari kedua orangtuanya sendiri.

"Telah diamankan satu tersangka atas nama NF dari informasi orang tuanya sendiri kepada Polsek Setiabudi, sehingga penyidik dari Polsek Setiabudi turun ke rumah saudara NF untuk mengamankan dan menyerahkan ke Densus 88," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Jumat (9/4/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati